China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Rabu, 10 Juni 2026 - 10:30 WIB
loading...
Ilustrasi kapal selam tenaga nuklir. Foto/anadolu
A
A
A
BEIJING - China telah berhasil menguji sistem Elektromagnetik Transien Udara (ATEM). Sistem itu berupa "layang-layang" yang ditarik helikopter dengan kumparan besar yang dapat menembus siluman kapal selam yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut laporan SCMP, ATEM mengirimkan pulsa elektromagnetik jauh ke dalam air dan mendeteksi objek konduktif melalui tanda magnetik sekundernya.
Ketika pulsa elektromagnetik berhenti, ia menginduksi "arus eddy" yang meluruh pada target konduktif seperti lambung kapal selam, yang menghasilkan medan magnet sekunder yang dapat dideteksi.
Kumparan penerima menganalisis kekuatan dan laju peluruhan sinyal untuk mengungkapkan tidak hanya keberadaan, tetapi juga kedalaman dan karakteristik target.
Para insinyur memecahkan tantangan utama: menjaga agar susunan kumparan udara multi-besar tetap stabil selama penerbangan, memungkinkan pengumpulan data yang akurat.
Teknologi ini pada akhirnya dapat dikombinasikan dengan AI, sensor dasar laut, drone, dan jaringan sonar untuk meningkatkan kemampuan deteksi anti-kapal selam.
Sistem ini akan mengubah bagaimana perang di masa depan akan terjadi, karena kapal selam nuklir pun sudah dapat dideteksi keberadaannya.
Selama ini, kapal selam nuklir merupakan persenjataan yang sulit dideteksi musuh karena dapat terus berada di dalam air dalam waktu sangat lama dan memiliki tameng siluman canggih untuk menghindari deteksi alat pemburu kapal selam.
Baca juga: AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Menurut laporan SCMP, ATEM mengirimkan pulsa elektromagnetik jauh ke dalam air dan mendeteksi objek konduktif melalui tanda magnetik sekundernya.
Ketika pulsa elektromagnetik berhenti, ia menginduksi "arus eddy" yang meluruh pada target konduktif seperti lambung kapal selam, yang menghasilkan medan magnet sekunder yang dapat dideteksi.
Kumparan penerima menganalisis kekuatan dan laju peluruhan sinyal untuk mengungkapkan tidak hanya keberadaan, tetapi juga kedalaman dan karakteristik target.
Para insinyur memecahkan tantangan utama: menjaga agar susunan kumparan udara multi-besar tetap stabil selama penerbangan, memungkinkan pengumpulan data yang akurat.
Teknologi ini pada akhirnya dapat dikombinasikan dengan AI, sensor dasar laut, drone, dan jaringan sonar untuk meningkatkan kemampuan deteksi anti-kapal selam.
Sistem ini akan mengubah bagaimana perang di masa depan akan terjadi, karena kapal selam nuklir pun sudah dapat dideteksi keberadaannya.
Selama ini, kapal selam nuklir merupakan persenjataan yang sulit dideteksi musuh karena dapat terus berada di dalam air dalam waktu sangat lama dan memiliki tameng siluman canggih untuk menghindari deteksi alat pemburu kapal selam.
Baca juga: AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
(sya)
Lihat Juga :