Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!

Selasa, 09 Juni 2026 - 13:12 WIB
loading...
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Presiden Donald Trump sebut AS dapat menyatakan kemenangan total atas Iran dalam dua minggu ke depan. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) dapat menyatakan "kemenangan total" atas Iran dalam dua minggu ke depan. Menurutnya, alasan pemilihan waktu itu adalah negosiasi yang sedang berlangsung antara kedua pihak.

Berbicara selama tele-rally untuk Senator South Carolina Lindsey Graham, yang akan mengikuti pemilu pendahuluan pada hari Selasa (9/6/2026), Trump mengatakan Iran bersedia membuat konsesi yang signifikan.

Baca Juga: Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran

"Kami sedang bernegosiasi sekarang, dan mereka ingin membuat kesepakatan yang sangat baik. Mereka bersedia memberi kami segalanya, mereka bersedia tidak memberi kami senjata nuklir," kata Trump.

"Saya pikir kita memenangkan pertempuran itu, tetapi Anda benar-benar akan memenangkannya dalam dua minggu ke depan ketika kita menyatakan kemenangan total, itu akan menjadi kemenangan total, itu akan terjadi sangat segera, dan harga minyak akan anjlok," paparnya.

Ini bukan pertama kalinya Trump menunjuk pada jangka waktu dua minggu untuk kemajuan besar. Gencatan senjata dengan Iran, yang diumumkan pada 7 April, awalnya diharapkan berlangsung selama dua minggu sementara kedua pihak menyelesaikan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Ditanya selama acara "Meet the Press" di NBC mengapa Iran belum menyetujui kesepakatan jika mereka ingin melakukannya, Trump mengatakan prosesnya membutuhkan waktu karena posisi Iran.

"Karena mereka kuat. Mereka bangga. Ada hal-hal yang tidak pernah mereka duga akan mereka lakukan yang harus mereka lakukan. Mereka tidak punya pilihan. Dan itu membutuhkan sedikit waktu," kata Trump.

Perang ini dimulai 28 Februari ketika AS dan Israel menyerang Iran, yang memicu serangan balasan Iran terhadap Israel dan pangkalan-pangkalan militer di Teluk. Perang mereda sejak gencatan senjata disepakati 7 April hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz


Sementara itu, sebuah helikopter serang Apache Angkatan Darat AS jatuh di dekat Selat Hormuz pada hari Senin waktu setempat. Belum jelas apakah helikopter tersebut jatuh karena kecelakaan murni atau ditembak pasukan Iran.

Trump membenarkan bahwa helikopter Apache telah jatuh di dekat Selat Hormuz. Namun, dia mengeklaim dua pilot helikopter itu telah diselamatkan. Helikopter Apache biasanya membawa dua pilot.

"Para pilot baik-baik saja, tidak ada yang terluka," katanya pada saat dalam perjalanan pulang dari pertandingan ketiga final NBA di New York.

"Kami akan mengeluarkan laporan besok tetapi para pilot baik-baik saja," ujarnya, seperti dikutip The New York Times.

Beberapa jam sebelumnya, Komando Pusat AS atau CENTCOM mengatakan pasukan AS telah melumpuhkan sebuah kapal tanker di Teluk Oman. Mereka mengeklaim kapal tersebut berusaha berlayar ke Iran.

"Sebuah F/A-18 Super Hornet dari USS Abraham Lincoln (CVN 72) menembakkan amunisi presisi ke ruang mesin dan kemudi kapal setelah awak kapal gagal mematuhi arahan dari pasukan AS," kata CENTCOM di X.

"Marivex tidak lagi berlayar ke Iran," imbuh CENTCOM merujuk pada nama kapal tersebut.

Pesawat dan kapal-kapal AS telah beroperasi di Teluk Oman dan sekitar Selat Hormuz sebagai bagian dari blokade Angkatan Laut Amerika terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di jalur air vital itu sejak hampir dua bulan lalu.

Meskipun ada klaim baru-baru ini tentang kemajuan menuju nota kesepahaman dalam negosiasi AS dan Iran, militer Teheran dan Israel terlibat saling serang kemarin.

Beberapa jam kemudian, setelah permintaan dari Trump, kedua Iran dan Israel menyatakan akan menghentikan serangan.

"Kedua belah pihak, Israel dan Iran, berupaya untuk segera melakukan gencatan senjata! Negosiasi akhir tentang 'perdamaian' sedang berlangsung, dengan kemungkinan terhalang oleh ketidaktahuan atau kebodohan," tulis Trump di Truth Social.

"Blokade akan tetap berlaku, dan sepenuhnya efektif, sampai 'Kesepakatan Akhir' tercapai," imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Walk Out saat Negosiasi...
Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Iran: Kami Tak Berunding di Bawah Tekanan!
Rekomendasi
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved