Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran

Selasa, 09 Juni 2026 - 10:09 WIB
loading...
Israel Ternyata Ditolong...
AS kembali menolong Israel mempertahankan diri dari rudal-rudal balistik yang ditembakkan Iran pada Minggu malam dan Senin pagi. Foto/Screenshot video Al Jazeera
A A A
TEL AVIV - Militer Amerika Serikat (AS) telah menolong Israel dalam mempertahankan diri dari serangan rudal Iran pada Minggu malam dan Senin kemarin. Para pejabat Amerika mengatakan bahwa militer Washington berupaya keras mencegat rudal-rudal balistik Teheran yang menghujani negara Yahudi tersebut.

Penilaian awal masih berlangsung, tetapi para pejabat Amerika yang berbicara dengan syarat anonim kepada Al Arabiya English, Selasa (9/6/2026), mengatakan bahwa pasukan AS diyakni berhasil mencegat beberapa rudal balistik selama serangan tersebut.

Baca Juga: Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Akan Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!

Menurut mereka, baik aset militer AS berbasis darat maupun laut terlibat dalam operasi menolong Israel, yang menggarisbawahi komitmen Washington yang berkelanjutan untuk membantu melindungi rezim Zionis dari ancaman regional.

Ratusan anggota militer AS saat ini ditempatkan di Israel. Beberapa merupakan bagian dari mekanisme multinasional yang dibentuk untuk memantau gencatan senjata Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel, sementara yang lain mendukung operasi pertahanan udara dan rudal.

Para pejabat militer dan pakar masih menilai efektivitas kontribusi AS dalam operasi terbaru ini. Militer Israel mengatakan Iran meluncurkan sekitar 30 rudal balistik selama serangan tersebut, sementara kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran menembakkan dua rudal tambahan ke arah Israel.

Operasi terbaru ini menandai contoh lain keterlibatan langsung militer AS dalam membantu mempertahankan Israel dari serangan rudal dan drone Iran selama dua tahun terakhir.

Pada April 2024, pasukan AS memainkan peran utama dalam membantu mencegat lebih dari 300 rudal dan drone yang diluncurkan Iran ke Israel dalam serangan langsung pertama Teheran di wilayah Israel. Pesawat tempur Amerika, kapal Angkatan Laut, dan sistem pertahanan udara dikerahkan bersama pasukan Israel dan sekutu untuk menembak jatuh sebagian besar proyektil yang datang sebelum mencapai targetnya.

Kemudian pada tahun yang sama, aset militer AS kembali membantu Israel dalam mempertahankan diri dari serangan rudal Iran, dengan kapal perusak Amerika di Mediterania timur dan aset regional lainnya membantu melacak dan mencegat ancaman yang datang.

Amerika Serikat mempertahankan kehadiran militer yang substansial di seluruh Timur Tengah, termasuk sistem pertahanan udara canggih, pesawat tempur, kapal Angkatan Laut, dan lebih dari 50.000 pasukan yang ditempatkan di seluruh wilayah tersebut. Para pejabat AS telah berulang kali mengatakan bahwa pasukan tersebut ditempatkan untuk melindungi personel dan kepentingan Amerika serta untuk mendukung mitra regional yang menghadapi ancaman rudal dan drone.

Pentagon belum merilis rincian lengkap aset yang terlibat dalam operasi tersebut, dan para pejabat AS memperingatkan bahwa penilaian dapat berubah seiring tersedianya informasi tambahan.

Bantuan militer AS ini diduga menjadi pertimbangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tunduk pada Presiden Amerika Donald Trump yang memintanya menghentikan serangan balasan terhadap Iran.

Dalam percakapan telepon dengan jurnalis Channel 12; Barak Ravid, Trump mengatakan bahwa dia meminta Netanyahu dalam panggilan telepon semalam agar Israel tidak merespons serangan rudal balistik Iran.

“Saya berkata, ‘Bibi, sebaiknya kau berhati-hati, atau kau akan segera sendirian',” kata Trump, yang dikutip Axios.

Menurut laporan Channel 12, percakapan itu berakhir tanpa kesimpulan yang jelas. Namun sejumlah staf senior Trump yang mengikuti percakapan tersebut mengatakan kepada Channel 12 bahwa mereka menilai Trump berhasil membujuk Israel untuk menunda aksi balasan selama beberapa hari, sehingga pembicaraan antara Washington dan Teheran mengenai kesepakatan yang sedang dirundingkan tetap dapat berlangsung.

Kendati demikian, setelah panggilan telepon, Netanyahu mengadakan konsultasi dengan para pejabat keamanan senior Israel. Setelah itu, dia memberi tahu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahwa dia telah memutuskan untuk melakukan serangan di Iran, menurut laporan Channel 12.

Merujuk pada serangan awal Israel terhadap Iran tadi malam, Trump mengatakan kepada media tersebut bahwa Israel memberi tahu Washington tentang serangan itu sangat terlambat, karena rudal-rudal tersebut sudah dalam perjalanan ke Iran, sambil menambahkan bahwa dia berhasil mengurangi cakupan serangan tersebut.

Trump menambahkan dalam laporan tersebut bahwa lima negara regional yang terlibat dalam upaya mediasi antara AS dan Iran telah memintanya untuk menekan Netanyahu agar menghentikan serangan dan melanjutkan kesepakatan.

“Negara-negara ini sangat khawatir. Mereka menyukai kesepakatan yang telah kita negosiasikan,” kata Trump.

Dia mengatakan bahwa pagi ini, para pejabat Iran menghubungi Washington dan mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan serangan lagi terhadap Israel dan meminta agar Israel berhenti menyerang sebagai balasannya, setelah itu Trump kembali menelepon Netanyahu dan membujuknya untuk setuju menghentikan serangan lebih lanjut.

Trump menegaskan kembali kepada Channel 12 bahwa dia percaya kesepakatan AS dengan Iran masih dalam jangkauan, bahwa Teheran ingin menandatanganinya, dan bahwa kesepakatan tersebut akan menguntungkan.

Sebelumnya, Trump mengatakan kepada Fox News pada Selasa pekan lalu bahwa dia percaya hanya tinggal beberapa hari lagi untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Iran sebelum pertempuran antara Israel dan Iran pecah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Masuki Tahun Baru 1448...
Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah
Rekomendasi
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved