Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan

Selasa, 09 Juni 2026 - 07:37 WIB
loading...
A A A

Masa Pakai yang Panjang


Investasi tersebut diperkirakan akan terus meningkat di masa mendatang.

Menganalisis proyeksi jangka panjang, ICAN menyoroti angka-angka dari Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat yang menunjukkan rencana untuk menghabiskan miliaran dolar untuk mengembangkan dan memelihara sistem senjata nuklir hingga abad berikutnya.

Negara-negara lain juga memperkenalkan sistem senjata baru dengan masa pakai yang panjang, kata lembaga tersebut.

Laporan itu menunjukkan bahwa rudal balistik antarbenua Sentinel baru AS yang direncanakan diperkirakan akan tetap beroperasi hingga setelah tahun 2100, sementara peningkatan produksi inti plutonium AS menunjukkan bahwa hulu ledak negara tersebut akan bertahan hingga tahun 2120.

Hal itu akan berarti investasi yang signifikan, dengan pengeluaran senjata nuklir AS selama dekade antara tahun 2025 dan 2034 diproyeksikan mendekati USD1 triliun.

Para peneliti mengatakan jumlah yang sangat besar tersebut sangat mengejutkan pada saat sistem kemanusiaan global sedang terguncang akibat pemotongan pendanaan yang dramatis.

Mereka mengatakan bahwa pengeluaran untuk senjata nuklir hanya dalam satu hari tahun lalu saja sudah cukup untuk menyediakan ketahanan pangan bagi lebih dari dua juta orang.

"Alih-alih memberikan bantuan atau layanan kesehatan bagi penduduknya, negara-negara bersenjata nuklir malah berinvestasi dalam persenjataan yang mereka sendiri tahu tidak dapat digunakan tanpa melakukan kejahatan perang," kata Snyder.

"Tampaknya ada ketidaksesuaian total dengan kenyataan," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
AS Serang Abadan dan...
AS Serang Abadan dan Mahshahr di Iran Barat, Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran
Warren Buffett Setop...
Warren Buffett Setop Donasi ke Gates Foundation usai Kasus Epstein Mencuat
Rekomendasi
PUI Apresiasi Komitmen...
PUI Apresiasi Komitmen Prabowo Perkuat Pemberantasan Korupsi
CFIRST Sayangkan Langkah...
CFIRST Sayangkan Langkah JPU Ajukan Banding dalam Kasus Dedi Saputra
Transfer Pengetahuan,...
Transfer Pengetahuan, AA Kadu Bagikan Tips Memilih Bibit Durian Berkualitas
Berita Terkini
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved