Lebanon Jadi Titik Krisis bagi Gencatan Senjata Perang Iran, Ini 4 Alasannya

Selasa, 09 Juni 2026 - 09:40 WIB
loading...
Lebanon Jadi Titik Krisis...
Lebanon jadi titik krisis bagi gencatan senjata Perang Iran. Foto/X
A A A
TEHERAN - Setelah berminggu-minggu memperingatkan bahwa serangan Israel yang terus berlanjut terhadap Lebanon akan membahayakan diplomasi, Iran melancarkan serangan langsung pertamanya terhadap Israel dalam dua bulan terakhir pada Minggu malam. Itu menimbulkan keraguan baru tentang kemungkinan kesepakatan perdamaian AS-Iran.

Meskipun Israel dan AS telah berupaya memisahkan pendudukan Israel di Lebanon selatan dari perang AS-Israel yang lebih luas terhadap Iran, Iran secara konsisten menyatakan bahwa mereka tidak akan mempertimbangkan kesepakatan damai yang tidak mencakup Lebanon juga.

Setelah serangan awal Israel di pinggiran selatan Beirut pada hari Minggu – meskipun ada jaminan AS pekan lalu bahwa Israel tidak akan menyerang ibu kota Lebanon selama Hizbullah menahan diri dari serangan di Israel utara – Iran meluncurkan rudal ke Israel semalam sebagai balasan.

“Operasi malam tersebut adalah peringatan, dan jika agresi diulangi, tanggapannya akan lebih luas dan akan mencakup semua target Amerika-Zionis di kawasan itu,” kata Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam sebuah pernyataan.

Israel menanggapi hal itu dengan melakukan beberapa serangan di seluruh Iran pada hari Senin, termasuk ibu kota Teheran, meskipun Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak meningkatkan eskalasi. “Saya yang memberi perintah… dia [Perdana Menteri Israel Netanyahu] tidak memberi perintah,” katanya kepada Financial Times Inggris pada hari Minggu.

Teheran membalas dengan serangan rudal kedua ke arah Israel. Rudal Iran sebagian besar telah dicegat dan tidak ada laporan korban jiwa di Israel.



Meskipun demikian, presiden AS masih merasa perlu untuk menggunakan media sosial pada hari Senin untuk menegur kedua pihak. “Israel dan Iran harus segera menghentikan ‘penembakan’,” katanya dalam sebuah unggahan singkat di platform Truth Social miliknya.

Lebanon Jadi Titik Krisis bagi Gencatan Senjata Perang Iran, Ini 4 Alasannya

1. Beirut Jadi Garis Merah

Setelah gelombang serangan kedua, angkatan bersenjata Iran menyatakan mengakhiri operasi yang menargetkan Israel tetapi memperingatkan bahwa serangan Israel lebih lanjut di Lebanon akan dibalas dengan serangan yang "lebih keras," lapor kantor berita semi-resmi Iran, Fars.

“Teheran telah mentolerir serangan Israel baru-baru ini di Lebanon selatan tetapi menarik garis merah di Beirut,” kata peneliti senior di Pusat Kebijakan Internasional dan pendiri The Iran Podcast, Negar Mortazavi, kepada Al Jazeera.

“Ketika Israel ingin menyerang Beirut pekan lalu, Teheran mengirimkan peringatan serius kepada Washington bahwa mereka tidak akan mentolerir serangan terhadap Beirut, dan mereka baru saja membuktikan bahwa peringatan itu bukan sekadar ancaman,” tambah Mortazavi.

Eskalasi ini telah menimbulkan pertanyaan penting: Apakah serangan langsung Iran untuk membela Hizbullah sekarang menunjukkan bahwa mereka siap untuk menegakkan garis merahnya bahwa setiap serangan Israel terhadap sekutunya akan menyebabkan serangan langsung Iran?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved