Tak Punya Musuh, tapi Swiss Hendak Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS

Senin, 21 September 2020 - 15:11 WIB
loading...
Tak Punya Musuh, tapi...
Pesawat jet tempur siluman F-35 Lightning II Lockheed Martin Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A A A
ZURICH - Swiss, yang terakhir berperang di luar negeri lebih dari 200 tahun lalu dan tidak memiliki musuh yang nyata, ingin menghabiskan miliaran dolar Amerika Serikat untuk membeli sejumlah jet tempur baru. Jet tempur siluman F-35 Lockheed Martin Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu opsi pesawat yang dipilih.

Beberapa pihak menentang gagasan pembelian jet tempur baru itu, dengan mengatakan bahwa Swiss adalah negara netral yang tidak mampu atau pun membutuhkan pesawat tempur mutakhir untuk mempertahankan wilayah Alpen yang dapat dilintasi jet supersonik dalam 10 menit. (Baca: Trump: Tak Masalah Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke UEA )

Menurut mereka yang menentang gagasan tersebut, Irlandia, Malta, dan Luksemburg tidak memiliki jet tempur. Rencana belanja jet tempur hingga 6 miliar franc Swiss (USD6,6 miliar) dinilai hanya membuang-buang uang.

"Siapa musuh kita? Siapa yang menyerang negara kecil dan netral yang dikelilingi oleh NATO?," tanya Priska Seiler Graf, seorang anggota parlemen dari Sosial Demokrat yang berhaluan kiri. "Ini benar-benar tidak masuk akal," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Senin (21/9/2020).

Para pemilih akan memberikan suara mereka pada Minggu 27 September 2020. Melalui referendum yang mengingkat, suara para pemilih akan memungkinkan pemerintah memutuskan tahun depan untuk membeli Eurofighter dari Airbus, Rafale dari Dassault Prancis, F/A-18 Super Hornet dari Boeing, atau F-35 Lightning II dari Lockheed Martin.

Pesawat-pesawat jet tempur baru, jika benar-benar dibeli, akan menggantikan armada 30 jet tempur F/A-18 Hornet Swiss yang sudah tua, yang akan berhenti beroperasi pada 2030.

Seiler Graf mengatakan alternatif yang lebih murah, seperti versi pesawat latih Leonardo M346, menawarkan nilai yang lebih baik daripada apa yang dia sebut "mainan mahal". Alternatif itu, kata dia, sedang dipertimbangkan. (Baca: China Diduga Uji Terbang FC-31, Pesaing Jet Tempur Siluman F-35 AS )

"Kami butuh pesawat baru, itu tidak dipermasalahkan, tapi membeli pesawat yang lebih ringan dan lebih sederhana sudah cukup," katanya. "Akan lebih baik memiliki Fiat daripada Maserati."

Lukas Golder dari lembaga survei GFS Bern mengatakan pemilih kemungkinan akan mendukung rencana untuk membeli jet tempur mutakhir baru. Menurutnya, netralitas bersenjata sangat penting untuk bagaimana Swiss mendefinisikan dirinya, kembali ke keyakinan bahwa tentara yang kuat menghalau invasi Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Anggota parlemen Thomas Hurter dari sayap kanan Partai Rakyat Swiss, yang juga mantan pilot Angkatan Udara, mengatakan Swiss harus melindungi dirinya sendiri tanpa bergantung pada negara lain.

"Kalau pesawat lama itu tidak kita ganti, artinya kita sudah tidak ada Angkatan Udara, tidak ada proteksi lagi dan kita tidak memenuhi konstitusi kita," ujarnya.

Menurutnya, jet yang lebih kecil tidak bisa terbang cukup tinggi, atau memiliki kecepatan yang dibutuhkan untuk bereaksi cepat terhadap keadaan darurat.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi dalam 50 tahun mendatang," kata Hurter. "Anda harus menyiapkan pemadam kebakaran jika ada rumah yang terbakar, jika tidak, sudah terlambat."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Pria Mudah Lelah dan...
Pria Mudah Lelah dan Mengantuk Meski Cukup Tidur? Bisa Jadi Tanda Testosteron Rendah
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Berita Terkini
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Infografis
Elon Musk: Drone Murah...
Elon Musk: Drone Murah China Bisa Hancurkan Jet Tempur F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved