AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Minggu, 07 Juni 2026 - 08:41 WIB
loading...
A
A
A
The New York Times melaporkan, meskipun Israel dikenal memata-matai AS, DIA (Dinas Intelijen Dalam Negeri) menyebutkan peningkatan aktivitas yang dimulai pada akhir tahun 2024, ketika pemerintahan Presiden AS Joe Biden meningkatkan tekanan pada Israel atas perang genosida di Gaza.
Peningkatan itu berlanjut hingga tahun 2025, ketika Trump kembali menjabat sebagai presiden dan mulai mempertimbangkan bagaimana mendekati Iran.
Surat kabar itu menambahkan penilaian intelijen baru-baru ini lainnya juga mendokumentasikan bukti ada upaya Israel untuk memantau utusan khusus Trump, Steve Witkoff, serta Elbridge Colby, seorang pejabat kebijakan utama di Pentagon, dan wakilnya, Michael DiMino IV.
Witkoff adalah negosiator utama dalam pembicaraan nuklir yang mendahului serangan awal AS-Israel terhadap Iran pada bulan Februari.
Baik NBC News maupun The New York Times mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya dalam laporan mereka. Departemen Pertahanan AS tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Al Jazeera.
Namun, seorang juru bicara yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kedua organisasi berita tersebut bahwa laporan tersebut "palsu".
Meskipun demikian, kekhawatiran yang dilaporkan kemungkinan akan menimbulkan pertanyaan tentang koordinasi intelijen dan militer yang erat antara Israel dan AS.
Peningkatan itu berlanjut hingga tahun 2025, ketika Trump kembali menjabat sebagai presiden dan mulai mempertimbangkan bagaimana mendekati Iran.
Surat kabar itu menambahkan penilaian intelijen baru-baru ini lainnya juga mendokumentasikan bukti ada upaya Israel untuk memantau utusan khusus Trump, Steve Witkoff, serta Elbridge Colby, seorang pejabat kebijakan utama di Pentagon, dan wakilnya, Michael DiMino IV.
Witkoff adalah negosiator utama dalam pembicaraan nuklir yang mendahului serangan awal AS-Israel terhadap Iran pada bulan Februari.
Baik NBC News maupun The New York Times mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya dalam laporan mereka. Departemen Pertahanan AS tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Al Jazeera.
Namun, seorang juru bicara yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kedua organisasi berita tersebut bahwa laporan tersebut "palsu".
Meskipun demikian, kekhawatiran yang dilaporkan kemungkinan akan menimbulkan pertanyaan tentang koordinasi intelijen dan militer yang erat antara Israel dan AS.
Lihat Juga :