Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
Minggu, 07 Juni 2026 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Pada 28 Februari, pemerintahan Presiden AS Donald Trump bergabung dengan Israel dalam menyerang Iran dengan tujuan yang dinyatakan untuk mencegah negara tersebut memperoleh senjata nuklir, yang dibantah oleh Teheran.
Meskipun Israel tidak pernah secara resmi mengkonfirmasi memiliki senjata nuklir, beberapa pejabat Israel telah mengemukakan kemungkinan untuk mengerahkan senjata tersebut.
Misalnya, pada November 2023, Menteri Warisan Budaya negara itu, Amichai Eliyahu, menyatakan bahwa menjatuhkan bom nuklir di Gaza adalah "sebuah pilihan".
Beberapa politisi pro-Israel di AS juga mendesak Israel untuk menggunakan senjata nuklir terhadap Palestina.
“Kita telah mengebom Jepang dua kali dengan senjata nuklir untuk mendapatkan penyerahan tanpa syarat. Hal yang sama harus dilakukan di sini,” kata anggota Kongres AS Randy Fine, sekutu Trump, tahun lalu.
Pada bulan Mei, anggota Kongres Castro menulis surat kepada Departemen Luar Negeri AS yang ditandatangani oleh 30 anggota parlemen untuk meminta klarifikasi tentang program nuklir Israel — dan kebijakan AS untuk tidak membicarakannya.
“Kita tidak dapat mengembangkan kebijakan nonproliferasi yang koheren untuk Timur Tengah, termasuk terkait program nuklir sipil Iran dan ambisi nuklir sipil Arab Saudi, sambil mempertahankan kebijakan bungkam resmi tentang kemampuan senjata nuklir salah satu pihak yang menjadi pusat konflik yang sedang berlangsung di mana Amerika Serikat merupakan peserta langsung,” demikian isi surat tersebut.
Meskipun Israel tidak pernah secara resmi mengkonfirmasi memiliki senjata nuklir, beberapa pejabat Israel telah mengemukakan kemungkinan untuk mengerahkan senjata tersebut.
Misalnya, pada November 2023, Menteri Warisan Budaya negara itu, Amichai Eliyahu, menyatakan bahwa menjatuhkan bom nuklir di Gaza adalah "sebuah pilihan".
Beberapa politisi pro-Israel di AS juga mendesak Israel untuk menggunakan senjata nuklir terhadap Palestina.
“Kita telah mengebom Jepang dua kali dengan senjata nuklir untuk mendapatkan penyerahan tanpa syarat. Hal yang sama harus dilakukan di sini,” kata anggota Kongres AS Randy Fine, sekutu Trump, tahun lalu.
Pada bulan Mei, anggota Kongres Castro menulis surat kepada Departemen Luar Negeri AS yang ditandatangani oleh 30 anggota parlemen untuk meminta klarifikasi tentang program nuklir Israel — dan kebijakan AS untuk tidak membicarakannya.
“Kita tidak dapat mengembangkan kebijakan nonproliferasi yang koheren untuk Timur Tengah, termasuk terkait program nuklir sipil Iran dan ambisi nuklir sipil Arab Saudi, sambil mempertahankan kebijakan bungkam resmi tentang kemampuan senjata nuklir salah satu pihak yang menjadi pusat konflik yang sedang berlangsung di mana Amerika Serikat merupakan peserta langsung,” demikian isi surat tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :