Presiden Lebanon Kecam Hizbullah, Iran, dan IRGC: Ini Bukan Negaramu, Ini Negara Kami!

Sabtu, 06 Juni 2026 - 07:28 WIB
loading...
Presiden Lebanon Kecam...
Presiden Lebanon Joseph Aoun kecam keras Hizbullah, Iran, dan IRGC. Dia tak terima Lebanon dijadikan alat tawar-menawar dalam negosiasi AS dan Iran. Foto/The Arab Weekly
A A A
BEIRUT - Presiden Lebanon Joseph Aoun telah melontarkan salah satu kecaman paling tajamnya terhadap Hizbullah, Iran, dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada hari Jumat. Dia tak terima Teheran dan proksinya ikut campur urusan internal Lebanon.

“Ini bukan negaramu, ini negara kami," kata Aoun. “Bukan tugas Anda untuk ikut campur di negara kami,” lanjut Aoun selama wawancara dengan CNN di istana kepresidenan pada hari Jumat.

Baca Juga: Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS

Aoun juga menuduh Teheran menggunakan Lebanon sebagai “alat tawar-menawar” dalam negosiasinya dengan Amerika Serikat (AS)."Ini tidak dapat diterima," kesalnya.

Selama wawancara tersebut, Aoun mengecam Hizbullah dan sekretaris jenderalnya, Naim Qassem. “Rakyat Lebanon bukanlah rakyat Anda,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Hizbullah harus memahami bahwa tidak ada jalan keluar lain dari perang melawan Israel sekarang ini selain duduk dan berbicara untuk menyelamatkan apa yang tersisa dari Lebanon.

Aoun telah berulang kali berusaha menjauhkan Lebanon dari konflik regional dan mengatakan bahwa keputusan mengenai kedaulatan dan keamanan negara harus dibuat oleh negara Lebanon sendiri.

Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam pada hari Jumat mendesak Iran untuk berhenti memperlakukan negaranya, tempat Israel dan Hizbullah yang didukung Teheran berperang, sebagai “alat tawar-menawar” dalam negosiasinya dengan Washington tentang konflik Timur Tengah.

“Jika saya boleh menyampaikan sepatah kata kepada Iran, yaitu: kasihanilah wilayah selatan kami, berhentilah memperlakukannya dan rakyatnya hanya sebagai alat tawar-menawar untuk memperbaiki persyaratan negosiasi Anda,” kata Salam dalam konferensi pers tentang permohonan bantuan PBB untuk Lebanon.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menolak proposal kesepakatan gencatan senjata Israel dan Lebanon yang dimediasi Washington. Menurutnya, itu sebagai upaya "tidak tahu malu" untuk memaksa Lebanon menyerah.

"Itu sama dengan peta jalan untuk memusnahkan sebagian rakyat Lebanon," kata Qassem.

Dia mengatakan Hizbullah tidak akan meninggalkan Lebanon selatan selama pasukan Israel tetap berada di dalam negeri, dan memperingatkan bahwa Israel utara juga akan tetap terancam selama Lebanon dibom.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan di Oval Office pada hari Kamis bahwa dia telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. "Dan sebenarnya juga berbicara dengan Hizbullah tentang hal itu," ujarnya, menepis anggapan bahwa Hizbullah menolak inisiatif tersebut.

"Mereka tidak akan menolak saya, mereka tidak menolak," katanya, menegaskan bahwa "kemajuan" sedang dibuat antara Israel dan Lebanon. "Akan sangat bagus jika Lebanon bisa memiliki perdamaian. Lebanon telah diserang selama bertahun-tahun," imbuh dia.

Pertempuran terbaru ini terjadi setelah berminggu-minggu serangan dan operasi darat Israel di Lebanon, termasuk perebutan Kastil Beaufort, yang juga dikenal sebagai Qalaat al-Chakif. Benteng abad pertengahan ini, yang terletak di puncak bukit strategis di Lebanon selatan, sebelumnya digunakan oleh Israel selama pendudukan dua dekade di wilayah tersebut, yang berakhir pada tahun 2000.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Berita Terkini
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved