Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Jum'at, 05 Juni 2026 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Hizbullah bukan pihak dalam pembicaraan Washington dan mengatakan bahwa setiap pengaturan yang menuntut penarikan pasukannya sementara Israel tetap menempatkan pasukan di Lebanon selatan akan menguntungkan rezim pendudukan daripada mengakhiri konflik.
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menyebut kesepakatan yang dimediasi Washington itu sebagai upaya "tidak tahu malu" untuk memaksa Lebanon menyerah.
"Itu sama dengan peta jalan untuk memusnahkan sebagian rakyat Lebanon," kata Qassem, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (5/6/2026).
Dia mengatakan Hizbullah tidak akan meninggalkan Lebanon selatan selama pasukan Israel tetap berada di dalam negeri, dan memperingatkan bahwa Israel utara juga akan tetap terancam selama Lebanon dibom.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan di Oval Office pada hari Kamis bahwa dia telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. "Dan sebenarnya juga berbicara dengan Hizbullah tentang hal itu," ujarnya, menepis anggapan bahwa Hizbullah menolak inisiatif tersebut.
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menyebut kesepakatan yang dimediasi Washington itu sebagai upaya "tidak tahu malu" untuk memaksa Lebanon menyerah.
"Itu sama dengan peta jalan untuk memusnahkan sebagian rakyat Lebanon," kata Qassem, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (5/6/2026).
Dia mengatakan Hizbullah tidak akan meninggalkan Lebanon selatan selama pasukan Israel tetap berada di dalam negeri, dan memperingatkan bahwa Israel utara juga akan tetap terancam selama Lebanon dibom.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan di Oval Office pada hari Kamis bahwa dia telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. "Dan sebenarnya juga berbicara dengan Hizbullah tentang hal itu," ujarnya, menepis anggapan bahwa Hizbullah menolak inisiatif tersebut.
Lihat Juga :