Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Kamis, 04 Juni 2026 - 04:40 WIB
loading...
Adam Hamawy dokter bedah plasti yang pernah bertugas di Gaza. Foto/X/@HamawyForNJ
A
A
A
WASHINGTON - Adam Hamawy, seorang ahli bedah plastik progresif yang pekerjaannya menyelamatkan nyawa di Angkatan Darat telah dikontraskan dengan hubungannya di masa lalu dengan seorang ulama Muslim , menang dalam pemilihan pendahuluan Demokrat yang ramai pada hari Selasa untuk menggantikan Rep. Bonnie Watson Coleman yang pensiun, menurut proyeksi Associated Press.
Hamawy adalah salah satu dari puluhan kandidat aktif di Distrik Kongres ke-12, tempat Watson Coleman yang liberal pensiun setelah 12 tahun menjabat (seorang kandidat ke-13 ada dalam surat suara tetapi mengundurkan diri dari perlombaan).
Hamawy sekarang menjadi kandidat terdepan untuk memenangkan kursi tersebut pada bulan November.
“Para kandidat pemberani seperti Adam Hamawy adalah pejuang yang diinginkan pemilih untuk melawan kekuatan korporasi dan memperjuangkan kaum pekerja. Hamawy menang karena pemilih melihatnya sebagai pejuang yang tak kenal takut untuk kelas pekerja melawan sistem politik dan ekonomi yang diatur untuk para miliarder dan kepentingan kuat lainnya,” kata Stephanie Taylor dari Komite Kampanye Perubahan Progresif, yang mendukung Hamawy, dalam sebuah pernyataan.
Hamayy, 56 tahun, memimpin perolehan dana di antara kandidat Demokrat bahkan sebelum sebuah super PAC baru bernama American Priorities, yang didirikan sebagai penyeimbang pro-Palestina terhadap AIPAC pro-Israel, menghabiskan USD2 juta untuknya.
Program kampanye Hamawy secara terang-terangan progresif, termasuk "Medicare untuk Semua" dan penghapusan Imigrasi dan Bea Cukai (yang menurut situs web kampanyenya "penuh dengan neo-Nazi di semua tingkatan") dan pembubaran Departemen Keamanan Dalam Negeri.
Namun, gambaran heroik yang digambarkan oleh kampanye Hamawy dan sekutunya mengalami kontras yang mencolok ketika sebuah publikasi yang terkait dengan kelompok anti-Islam memunculkan kembali laporan berita tentang kesaksiannya pada tahun 1995 untuk membela Omar Abdel-Rahman, "syekh buta" yang dihukum karena tuduhan terorisme dan konspirasi penghasutan, dan yang pengikutnya melakukan pemboman World Trade Center tahun 1993.
Hamewy mengatakan dalam kampanyenya bahwa ia menolak seruan Abdel-Rahman untuk melakukan kekerasan dan menyebut kritik terhadapnya sebagai "serangan berdasarkan asosiasi terhadap kandidat Muslim dan Arab."
Meskipun kontroversi Abdel-Rahman mendapat perhatian media dan kritik yang signifikan dari sayap kanan, sebagian besar saingan Hamawy menolak untuk menyentuhnya. Walikota Plainfield Adrian Mapp, sebagai pengecualian, menyebut Hamawy sebagai "ekstremis radikal."
Pada bulan November, Hamawy akan menghadapi kandidat Republik Gregg Mele, yang telah beberapa kali mencalonkan diri untuk beberapa jabatan di New Jersey sebagai seorang Republikan dan libertarian namun gagal.
Namun, kemenangan Hamawy dalam pemilihan pendahuluan sama artinya dengan memenangkan pemilihan umum. Terdapat lebih dari dua kali lipat jumlah Demokrat terdaftar dibandingkan Republikan di distrik tersebut, tempat Watson Colman memenangkan pemilihan kembali dengan selisih 25 poin pada tahun 2024, ketika Partai Republik menunjukkan kinerja yang lebih kuat di New Jersey daripada yang diperkirakan.
Hamawy adalah salah satu dari puluhan kandidat aktif di Distrik Kongres ke-12, tempat Watson Coleman yang liberal pensiun setelah 12 tahun menjabat (seorang kandidat ke-13 ada dalam surat suara tetapi mengundurkan diri dari perlombaan).
Hamawy sekarang menjadi kandidat terdepan untuk memenangkan kursi tersebut pada bulan November.
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
1. Dokter Bedah Plastik yang Pernah Jadi Sukarelawan di Gaza
Melansir Politico, Hamawy, yang tinggal di South Brunswick dan menjalankan praktik bedah plastik di Princeton, memasuki pemilihan sebagai sosok yang tidak dikenal secara politik. Kampanyenya dengan cepat mendapatkan daya tarik karena kaum progresif geram atas Israel dan perangnya dengan Hamas di Gaza. Pekerjaan Hamawy sebagai sukarelawan di rumah sakit Gaza selama perang membuatnya mendapatkan dukungan. Ia juga mendapatkan dukungan dari tokoh-tokoh progresif terkemuka seperti Senator Bernie Sanders dan Anggota Kongres Ro Khanna.“Para kandidat pemberani seperti Adam Hamawy adalah pejuang yang diinginkan pemilih untuk melawan kekuatan korporasi dan memperjuangkan kaum pekerja. Hamawy menang karena pemilih melihatnya sebagai pejuang yang tak kenal takut untuk kelas pekerja melawan sistem politik dan ekonomi yang diatur untuk para miliarder dan kepentingan kuat lainnya,” kata Stephanie Taylor dari Komite Kampanye Perubahan Progresif, yang mendukung Hamawy, dalam sebuah pernyataan.
Hamayy, 56 tahun, memimpin perolehan dana di antara kandidat Demokrat bahkan sebelum sebuah super PAC baru bernama American Priorities, yang didirikan sebagai penyeimbang pro-Palestina terhadap AIPAC pro-Israel, menghabiskan USD2 juta untuknya.
2. Pernah Jadi Pahlawan saat Helikopter Blackhawk Jatuh di Irak
Senator Illinois Tammy Duckworth memuji Hamawy, seorang veteran Garda Nasional Angkatan Darat, karena telah menyelamatkan nyawanya ketika helikopter Blackhawk yang ditumpanginya ditembak jatuh di Irak pada tahun 2004. Hamawy juga bekerja sebagai petugas tanggap darurat pertama di World Trade Center setelah serangan 11 September.Program kampanye Hamawy secara terang-terangan progresif, termasuk "Medicare untuk Semua" dan penghapusan Imigrasi dan Bea Cukai (yang menurut situs web kampanyenya "penuh dengan neo-Nazi di semua tingkatan") dan pembubaran Departemen Keamanan Dalam Negeri.
Namun, gambaran heroik yang digambarkan oleh kampanye Hamawy dan sekutunya mengalami kontras yang mencolok ketika sebuah publikasi yang terkait dengan kelompok anti-Islam memunculkan kembali laporan berita tentang kesaksiannya pada tahun 1995 untuk membela Omar Abdel-Rahman, "syekh buta" yang dihukum karena tuduhan terorisme dan konspirasi penghasutan, dan yang pengikutnya melakukan pemboman World Trade Center tahun 1993.
3. Kerap Dijuluki Ekstrimis Radikal
Hamawy, yang saat itu masih mahasiswa kedokteran berusia 20-an, empat tahun sebelumnya menemani Abdel-Rahman dalam perjalanan dari New Jersey ke Michigan, di mana Abdel-Rahman berbicara di sebuah konferensi dan berbicara tentang "menaklukkan tanah orang kafir." Bahkan setelah pemboman World Trade Center, Hamawy mengakui menerjemahkan dokumen untuk Abdel-Rahman untuk konferensi pers.Hamewy mengatakan dalam kampanyenya bahwa ia menolak seruan Abdel-Rahman untuk melakukan kekerasan dan menyebut kritik terhadapnya sebagai "serangan berdasarkan asosiasi terhadap kandidat Muslim dan Arab."
Meskipun kontroversi Abdel-Rahman mendapat perhatian media dan kritik yang signifikan dari sayap kanan, sebagian besar saingan Hamawy menolak untuk menyentuhnya. Walikota Plainfield Adrian Mapp, sebagai pengecualian, menyebut Hamawy sebagai "ekstremis radikal."
Pada bulan November, Hamawy akan menghadapi kandidat Republik Gregg Mele, yang telah beberapa kali mencalonkan diri untuk beberapa jabatan di New Jersey sebagai seorang Republikan dan libertarian namun gagal.
Namun, kemenangan Hamawy dalam pemilihan pendahuluan sama artinya dengan memenangkan pemilihan umum. Terdapat lebih dari dua kali lipat jumlah Demokrat terdaftar dibandingkan Republikan di distrik tersebut, tempat Watson Colman memenangkan pemilihan kembali dengan selisih 25 poin pada tahun 2024, ketika Partai Republik menunjukkan kinerja yang lebih kuat di New Jersey daripada yang diperkirakan.
(ahm)
Lihat Juga :