Trump Damprat Netanyahu: 'Kau Benar-benar Gila, Kau Sudah Dipenjara Kalau Bukan karena Aku'
Selasa, 02 Juni 2026 - 09:11 WIB
loading...
A
A
A
Namun, sumber itu mengatakan bahwa Trump merasa, dalam beberapa hari terakhir, Netanyahu meningkatkan eskalasi secara tidak proporsional.
Selain ancaman terhadap Beirut, Israel telah memperluas operasi daratnya di Lebanon selatan. Tindakan inilah yang dianggap Trump bisa mengancam nasib negosiasinya dengan Iran.
Sumber-sumber AS mengatakan kepada Axios bahwa Presiden Trump khawatir tentang terlalu banyak warga sipil Lebanon dan keberatan dengan rencana Israel untuk merobohkan bangunan guna melumpuhkan seorang komandan Hizbullah.
Setelah panggilan telepon tersebut, seorang pejabat Israel mengatakan kepada Axios bahwa negara Yahudi itu tidak lagi berencana untuk menyerang target Hizbullah di Beirut.
Ini bukan perselisihan pertama antara pemimpin AS dan Israel. Trump dan Netanyahu memiliki hubungan yang kompleks dan telah berlangsung selama beberapa dekade, yang ditandai dengan periode keselarasan publik yang kuat dan ketegangan pribadi yang mendalam. Di masa lalu, kedua pemimpin telah beberapa kali melakukan panggilan telepon yang tegang tetapi tetap berkoordinasi erat mengenai Iran dan isu-isu lainnya.
Namun, menurut laporan Axios, ini adalah salah satu panggilan telepon terburuk Trump dengan Netanyahu sejak dia kembali menjabat tahun lalu pada Januari.
Meski diwarnai amarah, Trump di depan media mengeklaim bahwa panggilan telepon dengan Netanyahu "produktif". Dia mengatakan tidak ada pasukan Israel yang akan menuju Beirut.
"Saya berbicara dengan Bibi Netanyahu hari ini, memintanya untuk tidak melakukan serangan besar-besaran ke Beirut, Lebanon. Dia memutar balik pasukannya. Terima kasih, Bibi!" tulisnya di platform Truth Social miliknya.
Selain ancaman terhadap Beirut, Israel telah memperluas operasi daratnya di Lebanon selatan. Tindakan inilah yang dianggap Trump bisa mengancam nasib negosiasinya dengan Iran.
Sumber-sumber AS mengatakan kepada Axios bahwa Presiden Trump khawatir tentang terlalu banyak warga sipil Lebanon dan keberatan dengan rencana Israel untuk merobohkan bangunan guna melumpuhkan seorang komandan Hizbullah.
Setelah panggilan telepon tersebut, seorang pejabat Israel mengatakan kepada Axios bahwa negara Yahudi itu tidak lagi berencana untuk menyerang target Hizbullah di Beirut.
Ini bukan perselisihan pertama antara pemimpin AS dan Israel. Trump dan Netanyahu memiliki hubungan yang kompleks dan telah berlangsung selama beberapa dekade, yang ditandai dengan periode keselarasan publik yang kuat dan ketegangan pribadi yang mendalam. Di masa lalu, kedua pemimpin telah beberapa kali melakukan panggilan telepon yang tegang tetapi tetap berkoordinasi erat mengenai Iran dan isu-isu lainnya.
Namun, menurut laporan Axios, ini adalah salah satu panggilan telepon terburuk Trump dengan Netanyahu sejak dia kembali menjabat tahun lalu pada Januari.
Meski diwarnai amarah, Trump di depan media mengeklaim bahwa panggilan telepon dengan Netanyahu "produktif". Dia mengatakan tidak ada pasukan Israel yang akan menuju Beirut.
"Saya berbicara dengan Bibi Netanyahu hari ini, memintanya untuk tidak melakukan serangan besar-besaran ke Beirut, Lebanon. Dia memutar balik pasukannya. Terima kasih, Bibi!" tulisnya di platform Truth Social miliknya.
Lihat Juga :