Balas Dendam, IRGC Klaim Hancurkan Pangkalan Udara AS

Senin, 01 Juni 2026 - 14:45 WIB
loading...
A A A
IRGC mengatakan mereka menargetkan pangkalan udara yang digunakan AS untuk melakukan serangan terhadap menara komunikasi mereka di Pulau Sirri di Teluk, sekitar 65 km dari garis pantai selatan Iran.

Militer Iran menambahkan bahwa tanggapannya akan "sama sekali berbeda" jika agresi AS "diulangi", menurut pernyataan IRGC yang dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Fars.

Militer Kuwait mengatakan pada hari Senin bahwa mereka "menghadapi serangan rudal dan drone musuh" tetapi tidak merinci di mana pencegatan itu terjadi. Kantor berita negara KUNA melaporkan sirene serangan udara berbunyi di seluruh negeri.

Teheran menargetkan pangkalan udara di Kuwait pekan lalu sebagai tanggapan atas serangan udara AS sebelumnya, yang menurut mereka dilakukan untuk mencegah kapal dan rudal Iran memasang ranjau di sekitar jalur pelayaran.

Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, Trump berulang kali menyatakan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan permanen dan negosiasi sedang berjalan, tetapi sejauh ini belum ada kesepakatan formal yang tercapai.

Trump dan para pembantu seniornya bertemu pada hari Jumat untuk membuat "keputusan akhir" tentang kerangka kerja untuk memperpanjang gencatan senjata, tetapi pertemuan tersebut berakhir tanpa kejelasan tentang langkah selanjutnya sebelum laporan kemudian muncul bahwa presiden telah meminta perubahan pada teks tersebut.

Ketentuan terbaru mencakup penghentian kekerasan selama 60 hari, seruan untuk membuka kembali Selat Hormuz, dan kerangka kerja untuk membuka kembali negosiasi tentang program nuklir Iran, lapor CBS News.

Sekitar seperlima dari pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) global biasanya melewati jalur pelayaran Teluk, dengan embargo perdagangan de facto yang memberikan tekanan ke atas pada harga bahan bakar di seluruh dunia.

Angkatan Udara IRGC juga mengeluarkan peringatan keras terhadap aksi militer lebih lanjut, menekankan bahwa setiap serangan di masa depan akan memicu respons yang lebih keras.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Melihat Koleksi Buku...
Melihat Koleksi Buku Presiden Prabowo di Perpustakaan Pribadinya: Sejarah Perang hingga Filsafat
Dibombardir AS, Tentara...
Dibombardir AS, Tentara Iran Tewas di Pelabuhan Jask
Korban Tewas Tembus...
Korban Tewas Tembus 4.000 Orang, Venezuela Diguncang 1.100 Gempa Susulan
Rekomendasi
Memperkuat Komunikasi...
Memperkuat Komunikasi Partisipatif Koperasi Untuk Ekonomi Kerakyatan
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
Berita Terkini
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved