Malaysia Geram dengan Respons Lemah Dunia atas Norwegia Batalkan Sepihak Penjualan Rudal Canggih
Senin, 01 Juni 2026 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, negara-negara yang terlibat dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) harus menghormati norma, sensitivitas strategis, dan mekanisme blok yang beranggotakan 11 negara tersebut.
Amerika Serikat, imbuh dia, memiliki hak penuh untuk meminta sekutunya meningkatkan pengeluaran pertahanan, yang menyoroti kendala Malaysia dalam mencapai tujuan tersebut.
Dalam pidatonya di pertemuan tersebut, Menteri Perang AS Pete Hegseth menyerukan sekutu Washington untuk meningkatkan pengeluaran militer mereka menjadi 3,5 persen dari produk domestik bruto mereka.
“Bagi negara seperti Malaysia, kami adalah negara kecil, kami adalah negara berkembang, bukan negara maju,” kata Khaled, menambahkan bahwa Kuala Lumpur perlu mengembangkan sektor lain atau berisiko mengalami ketidakstabilan.
Ketika ditanya tentang sikap Malaysia terhadap China, karena Beijing berupaya mengakses Samudra Hindia melalui Myanmar, Khaled mengatakan pemerintah mempertahankan kebijakan non-intervensi.
“Kami hanya ingin memastikan bahwa keamanan Selat Malaka terlindungi,” katanya.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Belanda Dilan Yeşilgoz-Zegerius, ditanya apakah mereka setuju dengan pernyataan Khaled bahwa ada penerapan hukum internasional yang selektif.
Sementara Koizumi tidak menjawab pertanyaan tersebut, Yeşilgoz-Zegerius mengatakan kepatuhan terhadap hukum internasional sangat penting, dengan mengutip perang Rusia-Ukraina.
“Sangat penting bahwa bersama-sama kita memastikan bahwa Rusia tidak menang. Itu tidak hanya sangat penting bagi benua kita, saya pikir [juga] bagi seluruh dunia,” katanya.
“Ini juga merupakan sinyal yang jelas bahwa agresi brutal dan perang yang tidak adil [di mana] Putin tidak dapat menang. Saya pikir itu sangat penting bagi Putin dan semua pihak lain yang menginginkan konflik di sana," paparnya, mengacu pada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Amerika Serikat, imbuh dia, memiliki hak penuh untuk meminta sekutunya meningkatkan pengeluaran pertahanan, yang menyoroti kendala Malaysia dalam mencapai tujuan tersebut.
Dalam pidatonya di pertemuan tersebut, Menteri Perang AS Pete Hegseth menyerukan sekutu Washington untuk meningkatkan pengeluaran militer mereka menjadi 3,5 persen dari produk domestik bruto mereka.
“Bagi negara seperti Malaysia, kami adalah negara kecil, kami adalah negara berkembang, bukan negara maju,” kata Khaled, menambahkan bahwa Kuala Lumpur perlu mengembangkan sektor lain atau berisiko mengalami ketidakstabilan.
Ketika ditanya tentang sikap Malaysia terhadap China, karena Beijing berupaya mengakses Samudra Hindia melalui Myanmar, Khaled mengatakan pemerintah mempertahankan kebijakan non-intervensi.
“Kami hanya ingin memastikan bahwa keamanan Selat Malaka terlindungi,” katanya.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Belanda Dilan Yeşilgoz-Zegerius, ditanya apakah mereka setuju dengan pernyataan Khaled bahwa ada penerapan hukum internasional yang selektif.
Sementara Koizumi tidak menjawab pertanyaan tersebut, Yeşilgoz-Zegerius mengatakan kepatuhan terhadap hukum internasional sangat penting, dengan mengutip perang Rusia-Ukraina.
“Sangat penting bahwa bersama-sama kita memastikan bahwa Rusia tidak menang. Itu tidak hanya sangat penting bagi benua kita, saya pikir [juga] bagi seluruh dunia,” katanya.
“Ini juga merupakan sinyal yang jelas bahwa agresi brutal dan perang yang tidak adil [di mana] Putin tidak dapat menang. Saya pikir itu sangat penting bagi Putin dan semua pihak lain yang menginginkan konflik di sana," paparnya, mengacu pada Presiden Rusia Vladimir Putin.
(mas)
Lihat Juga :