Israel Terus Bombardir Gaza, Mesir Marah Besar!

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:03 WIB
loading...
A A A
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis mengeluarkan arahan yang memerintahkan militer untuk memperluas wilayah yang dikuasainya dari 53% menjadi 70%.

Hal ini pada dasarnya melanggar rencana perdamaian komprehensif yang dimediasi AS dan ditandatangani pada Oktober 2025 di bawah pemerintahan Trump, kata para mediator.

Memperparah krisis, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz juga memicu kemarahan regional dengan secara terbuka menghidupkan kembali rencana "migrasi sukarela" warga Palestina keluar dari wilayah tersebut.

Berbicara selama pengumuman yang mengkonfirmasi pembunuhan kepala militer Hamas yang baru diangkat, Mohammed Odeh, Katz menegaskan bahwa skema pemindahan paksa akan dilaksanakan "pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat".

Melansir Al Jazeera, Kairo mengirimkan peringatan kepada pemerintah Israel, menolak tindakan apa pun yang dirancang untuk mendorong penduduk Gaza menuju emigrasi sukarela atau langsung Warga Palestina menuju perbatasan Rafah dengan Mesir.

Mesir telah berkoordinasi dengan mediator di Qatar dan Turki, serta pejabat AS, untuk mengembalikan proses ke jalur negosiasi, termasuk revisi terhadap adendum rencana perdamaian Gaza asli, yang dirancang untuk mengurangi kekerasan.

Sumber tersebut mengatakan Mesir dan para mediatornya menyadari bahwa pernyataan Netanyahu baru-baru ini tentang perluasan pendudukan Israel di Gaza, serta serangan yang menewaskan tokoh militer Hamas Izz al-Din al-Haddad dan Mohammed Odeh, didorong oleh perhitungan elektoral dan diperparah oleh kesulitan yang dihadapi Netanyahu di Lebanon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Israel Marah, Rudal...
Israel Marah, Rudal Houthi Sukses Serang Bandara Ben Gurion
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved