Jelang Pencaplokan Tepi Barat, Israel Luncurkan Sistem Elektronik Pendaftaran Tanah Warga Palestina

Jum'at, 29 Mei 2026 - 22:30 WIB
loading...
Jelang Pencaplokan Tepi...
Tentara Israel menutup pintu masuk ke kawasan Kota Tua dengan barikade, membatasi pergerakan warga Palestina pada hari kedua Iduladha di Hebron, Tepi Barat, Palestina pada 28 Mei 2026. Foto/Wisam Hashlamoun/Anadolu Agency
A A A
TEPI BARAT - Israel pada hari Kamis (28/5/2026) meluncurkan sistem elektronik baru yang disebut "Pendaftaran Tanah dan Penyelesaian Hak" di wilayah Palestina yang diduduki. Ini merupakan langkah yang oleh para ahli digambarkan sebagai bagian dari proyek aneksasi hukum dan administratif di Tepi Barat, khususnya Area C.

Mereka mengatakan langkah ini menandai pergeseran dari apa yang mereka gambarkan sebagai "aneksasi bertahap yang senyap menjadi aneksasi yang diumumkan melalui alat digital dan administratif".

Peluncuran ini menyusul keputusan kabinet keamanan Israel pada Mei 2025 untuk memulai penyelesaian kepemilikan tanah secara komprehensif di seluruh Tepi Barat, dengan tujuan menyelesaikan pendaftaran tanah di bawah administrasi Israel.

Menurut informasi yang tersedia, proyek ini secara resmi dimulai pada 15 Februari 2026 setelah wewenang terkait pendaftaran tanah dialihkan ke Kementerian Kehakiman Israel dan otoritas Survei Israel. Anggaran sebesar 244 juta shekel (USD79 juta) dialokasikan untuk proyek tersebut.

Proyek ini bertujuan mendaftarkan hampir 58% lahan di Area C, setara dengan sekitar 35% dari Tepi Barat yang diduduki, tidak termasuk Yerusalem Timur yang diduduki, sebagai bagian dari apa yang Israel sebut sebagai proses "penyelesaian hak milik".

Baca juga: Pakar Sebut Dewan Perdamaian Hanyalah Fiksi, Israel Terus Serang Gaza dan Lebanon
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Berita Terkini
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved