Gawat, Konflik AS dan China atas Taiwan Berisiko Memicu Eskalasi Nuklir
Kamis, 28 Mei 2026 - 10:12 WIB
loading...
A
A
A
“Saat ini hanya sedikit bukti publik yang menunjukkan bahwa kedua militer memahami batasan yang diperlukan untuk mencegah, atau aturan keterlibatan yang akan membatasi, kedua pihak berpotensi saling menargetkan pusat komando, kendali, komunikasi, komputer, intelijen, pengawasan, dan pengintaian utama masing-masing,” imbuh IISS.
“Oleh karena itu, prospek eskalasi nuklir akan terus membayangi dalam konflik besar AS-China," papar IISS.
Meskipun persenjataan nuklir AS dan Rusia masih jauh lebih besar daripada persediaan China, para pejabat AS dan analis pengendalian senjata mengatakan Beijing sedang memperluas dan meningkatkan kemampuan senjata atomnya lebih cepat daripada kekuatan nuklir lainnya.
Sebuah laporan Pentagon yang dirilis pada bulan Desember mengatakan bahwa China berada di jalur yang tepat untuk memiliki 1.000 hulu ledak nuklir pada tahun 2030.
Federasi Ilmuwan Amerika memperkirakan bahwa Rusia dan AS masing-masing memiliki 4.400 dan 3.700 hulu ledak nuklir aktif, sementara China memiliki 620.
“Oleh karena itu, prospek eskalasi nuklir akan terus membayangi dalam konflik besar AS-China," papar IISS.
Meskipun persenjataan nuklir AS dan Rusia masih jauh lebih besar daripada persediaan China, para pejabat AS dan analis pengendalian senjata mengatakan Beijing sedang memperluas dan meningkatkan kemampuan senjata atomnya lebih cepat daripada kekuatan nuklir lainnya.
Sebuah laporan Pentagon yang dirilis pada bulan Desember mengatakan bahwa China berada di jalur yang tepat untuk memiliki 1.000 hulu ledak nuklir pada tahun 2030.
Federasi Ilmuwan Amerika memperkirakan bahwa Rusia dan AS masing-masing memiliki 4.400 dan 3.700 hulu ledak nuklir aktif, sementara China memiliki 620.
(mas)
Lihat Juga :