6 Fakta Pulau Abu Musa di Iran yang Jadi Target 2.400 Bom dan Rudal AS dan Israel, tapi Tak Terpatahkan

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:10 WIB
loading...
A A A
Pernyataan Jenderal Naqdi muncul di tengah gencatan senjata yang rapuh dalam perang agresi AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Perang tanpa provokasi itu termasuk pembunuhan Pemimpin Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dan serangan skala besar terhadap fasilitas nuklir, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur penting.

Pulau Abu Musa, yang terletak di dekat pintu masuk Selat Hormuz, adalah salah satu titik paling strategis di Teluk Persia.

Selama perang, AS dan Israel berulang kali menargetkan Abu Musa. Pada 15 Maret, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada televisi pemerintah Iran bahwa pasukan AS menyerang Abu Musa dan Pulau Kharg menggunakan sistem roket artileri HIMARS, termasuk dari posisi peluncuran di wilayah UEA.

Iran telah menanggapi agresi tersebut dengan serangkaian serangan balasan. Salah satu operasi penting terjadi setelah serangan Israel terhadap ladang gas South Pars, ladang gas alam terbesar di dunia yang diketahui, yang memaksa penghentian produksi di dua kilang.

Iran segera membalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi Teluk Persia milik AS.

IRGC sejak itu memberlakukan rezim maritim baru di Selat Hormuz, yang mengharuskan semua kapal untuk mendapatkan izin Iran sebelum melintasinya.

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan telah berlaku sejak awal April, tetapi blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran masih berlanjut.

Teheran telah berulang kali memperingatkan bahwa setiap agresi baru akan dibalas dengan respons yang lebih dahsyat.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Berita Terkini
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Infografis
6 Fakta Garda Revolusi...
6 Fakta Garda Revolusi Iran, Pasukan Elite Pendukung Ali Khamenei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved