3 Alasan Iran Akan Mendapatkan Apa yang Diinginkannya

Senin, 25 Mei 2026 - 03:30 WIB
loading...
A A A
“Jadi ketika Anda melihat pernyataan Trump, satu-satunya kesan yang Anda dapatkan adalah bahwa Iran mendapatkan apa yang diinginkannya. Iran tidak ingin memulai perang, Iran tidak ingin ada blokade [Selat atau pelabuhannya]. Jadi blokade akan hilang, saya pikir Iran mendapatkan kembali sebagian uang yang menjadi hak negara dan hal lainnya adalah gencatan senjata di Lebanon… sejauh ini semuanya baik-baik saja,” tambah Foad Izadi.

3. Tidak Mencakup Konsesi Substantif

Trita Parsi, seorang ahli Iran dan salah satu pendiri Quincy Institute, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa meskipun memorandum kesepahaman yang disepakati antara Iran dan AS tidak mencakup banyak konsesi substantif dari kedua belah pihak, hal itu menunjukkan kemauan untuk bergerak menuju kesepakatan yang lebih luas.

“Penilaian sebenarnya tentang siapa yang mengalah lebih dulu tidak akan muncul sampai kita melihat hasil akhirnya, setelah kita menghabiskan tiga puluh hari lagi, dan mudah-mudahan tidak akan lebih lama dari itu sampai kita mencapai kesepakatan akhir tentang masalah nuklir,” kata Parsi.

Ia menambahkan bahwa belum jelas apakah Iran akan langsung menerima ganti rugi atas konflik tersebut, sebuah tuntutan utama, tetapi mengatakan bahwa jika sanksi dicabut, masalah nuklir ditangani, “kemungkinan akan menjadi kesepakatan yang lebih besar daripada kesepakatan Obama pada tahun 2015.”

Kesepakatan ini bisa melampaui kesepakatan pengendalian senjata, tetapi “melampaui 37 tahun permusuhan.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
AS Rayakan Kemerdekaan...
AS Rayakan Kemerdekaan ke-250, Trump Gelar Parade dan Kembang Api Besar-Besaran
Horor! 900 Ular Lepas...
Horor! 900 Ular Lepas dari Peternakan akibat Banjir di China, Gigit Warga
Rekomendasi
Rantis Brimob Siaga...
Rantis Brimob Siaga di Mabes Polri di Tengah Pengusutan Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Kasus Mafia Hukum dalam...
Kasus Mafia Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
Sahroni Dukung Polri...
Sahroni Dukung Polri Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Penyebab Blackout
Berita Terkini
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved