Iran: Selat Hormuz Tidak Akan Kembali ke Status sebelum Perang
Minggu, 24 Mei 2026 - 14:19 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran telah "sebagian besar dinegosiasikan" dan detailnya akan segera diumumkan.
Dalam unggahan Truth Social pada hari Sabtu, Trump mengatakan kesepakatan itu akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kepada televisi pemerintah kemarin bahwa posisi AS dan Iran telah semakin selaras dalam seminggu terakhir.
Namun, ia memperingatkan bahwa hal itu tidak berarti kesepakatan akan tercapai mengenai isu-isu kunci dan menuduh Amerika Serikat mengeluarkan "pernyataan yang kontradiktif".
Trump juga mengatakan bahwa ia telah melakukan "percakapan yang sangat baik" dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan lainnya mengenai "Nota Kesepahaman terkait Perdamaian".
"Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain, sebagaimana tercantum," kata Trump.
Dalam unggahan Truth Social pada hari Sabtu, Trump mengatakan kesepakatan itu akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kepada televisi pemerintah kemarin bahwa posisi AS dan Iran telah semakin selaras dalam seminggu terakhir.
Namun, ia memperingatkan bahwa hal itu tidak berarti kesepakatan akan tercapai mengenai isu-isu kunci dan menuduh Amerika Serikat mengeluarkan "pernyataan yang kontradiktif".
Trump juga mengatakan bahwa ia telah melakukan "percakapan yang sangat baik" dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan lainnya mengenai "Nota Kesepahaman terkait Perdamaian".
"Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain, sebagaimana tercantum," kata Trump.
Lihat Juga :