Menteri Israel Hina Para Aktivis Global Sumud Flotilla yang Dipaksa Berlutut, Dunia Marah

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:44 WIB
loading...
Menteri Israel Hina...
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menghina para aktivis Global Sumud Flotilla yang dipaksa pasukan Zionis berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung dan dahi menyentuh lantai. Foto/Times of Israel
A A A
TEL AVIV - Sebuah video yang diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir pada hari Rabu di X menunjukkan dirinya mengejek para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF). Para aktivis dipaksa pasukan militer Israel berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung dan dahi menyentuh lantai.

Setidaknya ada sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan tersebut.

Baca Juga: Israel Culik 9 WNI yang Gabung Global Sumud Flotilla, Ini Respons Kemlu RI

Tindakan Ben-Gvir telah memicu kemarahan dunia internasional. Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni mengecam keras perlakuan terhadap para aktivis tersebut, menyebutnya "tidak dapat diterima."

"Tidak dapat ditoleransi bahwa para pengunjuk rasa ini, di antaranya banyak warga negara Italia, diperlakukan seperti ini, yang melanggar martabat manusia," katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Al Arabiya English, Kamis (21/5/2026).

Meloni menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri Italia memanggil duta besar Israel untuk meminta klarifikasi resmi atas kejadian tersebut.

Prancis juga mengkritik video tersebut dan menuntut agar warga negara Prancis diperlakukan dengan hormat dan dibebaskan sesegera mungkin.

“Tindakan Ben-Gvir terhadap penumpang Global Sumud Flotilla, yang dikecam oleh rekan-rekannya sendiri di pemerintahan Israel, tidak dapat diterima,” tulis Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot dalam sebuah unggahan di X.

Dia menambahkan bahwa dirinya telah memanggil duta besar Israel di Paris.

Video tersebut juga menimbulkan kemarahan di Spanyol. “Perlakuan itu mengerikan, memalukan, dan tidak manusiawi,” kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares saat berada di Berlin, menambahkan bahwa kuasa usaha Israel di Madrid telah dipanggil.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan gambar yang menunjukkan Ben-Gvir mengejek anggota armada bantuan yang menuju Gaza tidak dapat diterima.

“Kami tidak akan mentoleransi siapa pun yang memperlakukan warga negara kami dengan buruk,” kata Sanchez di X, menambahkan bahwa pemerintahnya akan segera mendorong agar larangan masuk Ben-Gvir ke Spanyol diperluas ke seluruh Uni Eropa.

Lebih lanjut, hal itu memicu reaksi kritis dari Irlandia, yang Menteri Luar Negerinya; Helen McEntee, mengatakan bahwa dia "terkejut dan ngeri" dengan video tersebut. Dia menuntut pembebasan segera para aktivis yang “ditahan secara ilegal”.

Di antara para aktivis tersebut terdapat warga negara Irlandia, termasuk adik perempuan Presiden Catherine Conolly, Margaret Conolly.

Selain itu, video tersebut juga menuai kritik tajam dari Turki. Kementerian Luar Negeri di Ankara mengatakan, "Ben-Gvir sekali lagi secara terbuka menunjukkan kepada dunia mentalitas kekerasan dan biadab dari pemerintahan Netanyahu.”

Video tersebut juga mendapat kecaman di Belanda, di mana Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen menyebutnya “mengejutkan dan tidak dapat diterima.”

“Perlakuan terhadap para tahanan ini melanggar martabat manusia. Saya telah menyampaikan hal ini secara langsung kepada kolega saya dari Israel, Gideon Saar, dan akan memanggil duta besar Israel,” tulisnya dalam sebuah unggahan di X.

Global Sumud Flotilla berlayar dari Turki pekan lalu dengan tujuan menerobos blokade Israel di Gaza. Armada tersebut dicegat oleh pasukan militer Israel dan 430 aktivis dibawa ke Israel.

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper juga mengatakan bahwa dia “sangat terkejut” dengan video tersebut.

Dalam sebuah pernyataan di X, Cooper mengatakan bahwa Inggris telah menghubungi keluarga beberapa warga negara Inggris yang terlibat dan memberikan dukungan konsuler.

“Kami telah meminta penjelasan dari otoritas Israel dan memperjelas kewajiban mereka untuk melindungi hak-hak warga negara kami dan semua yang terlibat,” kata Cooper.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand mengatakan akan memanggil duta besar Israel. “Apa yang telah kita lihat, termasuk video yang dibagikan oleh Itamar Ben-Gvir, sangat mengkhawatirkan dan sama sekali tidak dapat diterima,” katanya.

“Ini adalah masalah yang kami anggap sangat, sangat serius. Ini menyangkut perlakuan manusiawi terhadap warga sipil, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami bertindak dengan sangat mendesak," ujarnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Menlu Sugiono Bertemu...
Menlu Sugiono Bertemu Menteri Palestina, Tegaskan Dukungan Kemerdekaan dan Rekonstruksi Gaza
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Iran Ngadu ke Rusia:...
Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!
Rekomendasi
Bocor Surat Gianni Infantino...
Bocor Surat Gianni Infantino untuk Argentina usai Final Piala Dunia 2026, Isinya Bikin Heboh
Nasi, Kentang, atau...
Nasi, Kentang, atau Pasta, Mana yang Paling Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi
Generasi Emas Intitute...
Generasi Emas Intitute Ajak Anak Muda Wujudkan Indonesia Emas 2045
Berita Terkini
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved