Prancis Kirim Bom Nuklirnya ke Anggota NATO Lainnya, Rusia Marah Besar!
Rabu, 20 Mei 2026 - 10:20 WIB
loading...
Prancis kirim bom nuklir ke anggota NATO lainnya, Rusia marah besar. Foto/X/@rkmtimes
A
A
A
MOSKOW - Rusia akan menanggapi upaya anggota NATO Eropa untuk membangun kapasitas perang nuklir mereka. Itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov kepada TASS.
Diplomat Rusia itu merujuk pada "strategi pencegahan nuklir maju" baru yang diumumkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron pada bulan Maret. Di bawah rencana tersebut, Prancis bertujuan untuk memperluas persenjataan atomnya dan memindahkan senjata nuklirnya ke negara-negara NATO Eropa lainnya sebagai bagian dari "penempatan situasional."
“Slogan-slogan palsu Paris tentang penguatan keamanan sekutunya justru menghasilkan hasil yang berlawanan,” kata Ryabkov, dilansir RT. Negara-negara yang akan menampung senjata nuklir Prancis di wilayah mereka akan “mendapat pengawasan lebih ketat dari militer kita yang bertanggung jawab atas pencegahan strategis,” katanya, menambahkan bahwa “tingkat keamanan umum negara-negara tersebut… tidak akan meningkat.”
Moskow “tidak dapat mengabaikan peningkatan yang jelas dari komponen nuklir potensi gabungan NATO,” kata wakil menteri luar negeri tersebut.
Bulan lalu, Macron dan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengumumkan peningkatan kerja sama militer, dengan alasan dugaan ‘ancaman Rusia’. Presiden Prancis tidak mengesampingkan kemungkinan mengerahkan pesawat berkemampuan nuklir ke wilayah Polandia. Beberapa hari kemudian, media Polandia melaporkan bahwa Warsawa dan Paris berencana melakukan latihan militer gabungan yang melibatkan simulasi serangan konvensional dan nuklir terhadap Rusia dan Belarus.
Diplomat Rusia itu merujuk pada "strategi pencegahan nuklir maju" baru yang diumumkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron pada bulan Maret. Di bawah rencana tersebut, Prancis bertujuan untuk memperluas persenjataan atomnya dan memindahkan senjata nuklirnya ke negara-negara NATO Eropa lainnya sebagai bagian dari "penempatan situasional."
“Slogan-slogan palsu Paris tentang penguatan keamanan sekutunya justru menghasilkan hasil yang berlawanan,” kata Ryabkov, dilansir RT. Negara-negara yang akan menampung senjata nuklir Prancis di wilayah mereka akan “mendapat pengawasan lebih ketat dari militer kita yang bertanggung jawab atas pencegahan strategis,” katanya, menambahkan bahwa “tingkat keamanan umum negara-negara tersebut… tidak akan meningkat.”
Moskow “tidak dapat mengabaikan peningkatan yang jelas dari komponen nuklir potensi gabungan NATO,” kata wakil menteri luar negeri tersebut.
Bulan lalu, Macron dan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengumumkan peningkatan kerja sama militer, dengan alasan dugaan ‘ancaman Rusia’. Presiden Prancis tidak mengesampingkan kemungkinan mengerahkan pesawat berkemampuan nuklir ke wilayah Polandia. Beberapa hari kemudian, media Polandia melaporkan bahwa Warsawa dan Paris berencana melakukan latihan militer gabungan yang melibatkan simulasi serangan konvensional dan nuklir terhadap Rusia dan Belarus.
Lihat Juga :