Mengapa Retorika Trump yang Menunjukkan Diri sebagai Pemenang Perang Justru Gagal?
Selasa, 19 Mei 2026 - 09:40 WIB
loading...
A
A
A
Iran ingin masalah Selat Hormuz diselesaikan terlebih dahulu untuk mencegah Washington menggunakan blokade angkatan laut sebagai alat tawar-menawar selama negosiasi nuklir di masa mendatang, kata Heiran-Nia kepada Al Jazeera.
“AS menginginkan pembicaraan nuklir sejak awal agar dapat mempertahankan blokade angkatan laut selama negosiasi dan menjadikannya kartu yang efektif,” katanya.
“Ini adalah kesenjangan struktural yang dalam: Iran mencari kebijakan asuransi jangka panjang setelah penarikan AS dari JCPOA pada tahun 2018, sementara Washington ingin menggunakan tekanan militer dan sanksi untuk mendapatkan konsesi maksimal.”
JCPOA merujuk pada kesepakatan nuklir tahun 2015 yang membuat Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional. Trump secara sepihak menarik diri dari pakta tersebut selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden pada tahun 2018.
“AS menginginkan pembicaraan nuklir sejak awal agar dapat mempertahankan blokade angkatan laut selama negosiasi dan menjadikannya kartu yang efektif,” katanya.
“Ini adalah kesenjangan struktural yang dalam: Iran mencari kebijakan asuransi jangka panjang setelah penarikan AS dari JCPOA pada tahun 2018, sementara Washington ingin menggunakan tekanan militer dan sanksi untuk mendapatkan konsesi maksimal.”
JCPOA merujuk pada kesepakatan nuklir tahun 2015 yang membuat Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional. Trump secara sepihak menarik diri dari pakta tersebut selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden pada tahun 2018.
(ahm)
Lihat Juga :