Mengapa Retorika Trump yang Menunjukkan Diri sebagai Pemenang Perang Justru Gagal?

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:40 WIB
loading...
Mengapa Retorika Trump...
Permainan retorika Presiden AS Donald Trump untuk menunjukkan diri sebagai pemenang perang justru gagal. Foto/X/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump selalu memainkan retorikanya dalam perang Iran. Itu dilakukan untuk menunjukkan dirinya sebagai pemenang. Tapi, banjir retorika Trump semakin menunjukkan kelemahannya bahwa AS memang sudah kalah dalam Perang Iran.

Mengapa Retorika Trump yang Menunjukkan Diri sebagai Pemenang Perang Justru Gagal?

1. Trump Ingin Memegang Kendali

Unggahan Trump di Truth Social merupakan upaya “untuk memberikan kesan bahwa dia memegang kendali dan hanya dialah yang menentukan arah situasi,” kata Trita Parsi, Wakil Presiden Eksekutif lembaga think tank Quincy Institute for Responsible Statecraft.

“Tidak ada satu pun dari itu yang sepenuhnya benar, tetapi dapat dimengerti bahwa dia ingin memberikan kesan itu,” tulis Parsi di X.

“Sekali lagi, Trump menyadari bahwa eskalasi akan berakhir buruk bagi AS. Namun, itu tidak berarti bahwa realisme, disiplin, dan kreativitas yang diperlukan akan dikerahkan untuk pembicaraan tersebut,” tambahnya.


2. Iran Tidak Suka Diancam

Meskipun belum ada tanggapan langsung dari Iran terhadap unggahan Trump di Truth Social, Almigdad Alruhaid dari Al Jazeera mencatat bahwa para pemimpin Iran secara rutin menolak “retorika yang mengancam” dari Trump dan anggota pemerintahannya.

“Mereka menunjukkan sikap menantang, bukan konsesi, terhadap retorika seperti ini dari Trump,” lapor Alruhaid dari Teheran.

“[Para pemimpin Iran] bersikeras pada saling percaya dan saling menghormati” antara kedua belah pihak, katanya.

“Mereka mengatakan bahwa tekanan publik [dan] bahasa seperti ini dari pejabat Amerika, terutama dari Donald Trump, tidak dapat diterima.”

3. Adanya Kesenjangan Pemahaman

Javad Heiran-Nia, seorang analis hubungan internasional yang berbasis di Teheran, mengatakan bahwa perselisihan antara Iran dan AS mengenai poin mana yang akan dinegosiasikan terlebih dahulu bersifat fundamental, bukan taktis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Berita Terkini
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Infografis
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved