80 Persen Tentara Israel yang Tinggalkan Dinas Militer Alami Gangguan Jiwa
Selasa, 19 Mei 2026 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
Surat kabar harian tersebut menambahkan bahwa depresi, stres, dan kecanduan opioid juga meningkat secara signifikan di kalangan pemukim, dan fasilitas medis menyaksikan peningkatan jumlah individu yang sangat membutuhkan perawatan psikologis dan psikoterapi yang mendesak.
Laporan Haaretz mengatakan bahwa tentara Israel menghadapi peningkatan terus-menerus dan mengkhawatirkan dalam kasus bunuh diri tentara.
Para psikiater Israel telah memperingatkan bahwa situasi yang sedang berlangsung dapat menyebabkan dampak sosial dan ekonomi yang serius, termasuk penurunan efisiensi yang nyata, peningkatan dramatis kekerasan dalam rumah tangga, dan peningkatan tajam krisis sosial.
Haaretz menyimpulkan bahwa perang Israel telah meningkatkan tekanan pada aparat politik dan keamanan rezim, dan pihak berwenang sekarang menghadapi krisis kesehatan mental yang serius yang akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan.
Selain itu, harian berbahasa Ibrani, Maariv, melaporkan bahwa para pemukim Israel mulai cukup lelah dengan perang "tidak berguna" rezim, dan kepercayaan publik terkikis bahkan di antara para pendukung dan pembela Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, terutama karena tidak satu pun dari tujuan yang dinyatakan, termasuk "kemenangan dalam perang Gaza" dan "netralisasi kelompok perlawanan," telah terwujud.
Laporan Haaretz mengatakan bahwa tentara Israel menghadapi peningkatan terus-menerus dan mengkhawatirkan dalam kasus bunuh diri tentara.
Para psikiater Israel telah memperingatkan bahwa situasi yang sedang berlangsung dapat menyebabkan dampak sosial dan ekonomi yang serius, termasuk penurunan efisiensi yang nyata, peningkatan dramatis kekerasan dalam rumah tangga, dan peningkatan tajam krisis sosial.
Haaretz menyimpulkan bahwa perang Israel telah meningkatkan tekanan pada aparat politik dan keamanan rezim, dan pihak berwenang sekarang menghadapi krisis kesehatan mental yang serius yang akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan.
Selain itu, harian berbahasa Ibrani, Maariv, melaporkan bahwa para pemukim Israel mulai cukup lelah dengan perang "tidak berguna" rezim, dan kepercayaan publik terkikis bahkan di antara para pendukung dan pembela Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, terutama karena tidak satu pun dari tujuan yang dinyatakan, termasuk "kemenangan dalam perang Gaza" dan "netralisasi kelompok perlawanan," telah terwujud.
(ahm)
Lihat Juga :