Gagal Wujudkan Kemenangan di Perang Iran, Kapal Tercanggih AS Pulang Kampung

Minggu, 17 Mei 2026 - 03:30 WIB
loading...
A A A
Meskipun Ford secara teknis canggih dan merupakan kapal induk terbaru dalam armada, kata Osias, keluarga para pelaut "masih memiliki keraguan bahwa sesuatu dapat terjadi." Ia menyebut kebakaran tersebut sebagai penyebab kekhawatiran.

Para pejabat militer saat ini dan mantan pejabat militer mengatakan kapal senilai USD13 miliar itu sangat diperlukan dalam operasi militer AS di Iran dan Venezuela. Untuk operasi di Venezuela, kapal tersebut meluncurkan pesawat yang berpartisipasi dalam misi penangkapan, dan di Iran kapal tersebut berfungsi sebagai platform untuk mengirimkan gelombang demi gelombang jet tempur ke medan perang.

Sistem ketapel elektronik kapal memungkinkannya untuk meluncurkan apa pun, mulai dari drone kecil hingga pesawat besar, memberi komandan berbagai pilihan daya tembak, kata Brent Sadler, seorang veteran Angkatan Laut selama 26 tahun dan mantan perwira kapal selam, sebelumnya kepada CNN. Menurut Sadler, 10 kapal induk AS lainnya tidak memiliki kemampuan tersebut.

Setelah meninggalkan Virginia Juni lalu, Ford bergerak melintasi Atlantik, awalnya menuju Mediterania dan hingga Norwegia sebagai bagian dari perjalanan terjadwalnya sebelum ditarik ke Karibia untuk operasi penangkapan Maduro pada bulan Januari. Kemudian kapal tersebut diperintahkan untuk segera menuju ke sana untuk membantu dalam potensi perang di Timur Tengah, di mana ia berkontribusi pada operasi perang Iran, hingga akhirnya mulai kembali ke pangkalan dan memasuki Atlantik dari Laut Mediterania awal bulan ini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved