UEA Gagal Bujuk Arab Saudi dan Qatar untuk Perang Gabungan Keroyok Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:30 WIB
loading...
UEA Gagal Bujuk Arab...
Uni Emirat Arab dilaporkan gagal membujuk Arab Saudi dan Qatar untuk perang gabungan mengeroyok Iran. Foto/X @KSAmofaEN
A A A
ABU DHABI - Uni Emirat Arab (UEA) gagal meyakinkan Arab Saudi dan Qatar untuk melancarkan respons militer bersama terhadap serangan Iran di Teluk. Kegagalan lobi Abu Dhabi ini diungkap Bloomberg dalam laporannya yang ditebitkan pada hari Jumat.

Presiden UEA Mohamed bin Zayed (MBZ) mengadakan serangkaian panggilan telepon dengan para pemimpin Teluk, termasuk Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS), tak lama setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.

Baca Juga: Iran Tandai UEA sebagai Mitra Aktif Agresor AS-Israel dalam Perang 40 Hari

Teheran menanggapi dengan meluncurkan ribuan rudal dan drone ke negara-negara Teluk yang jadi pangkalan militer AS. UEA, yang menormalisasi hubungan dengan Israel pada tahun 2021 di bawah Abraham Accords, menanggung beban utama pembalasan tersebut dengan hampir 3.000 rudal dan drone menghantam negara itu.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan para pemimpin Teluk lainnya menolak permintaan Presiden Mohamed bin Zayed untuk serangan terkoordinasi Teluk terhadap Iran.

Laporan tersebut menggarisbawahi bagaimana perang terhadap Iran telah memperdalam ketegangan antara Arab Saudi dan UEA, alih-alih menyatukan rival Teluk di sekitar musuh bersama.

Sebelumnya muncul laporan bahwa Arab Saudi dan UEA melancarkan serangan balasan terhadap Iran, tetapi melakukannya secara independen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Berita Terkini
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved