Arab Saudi Usul Pakta Non-Agresi Iran dan Negara-negara Teluk seperti Perjanjian Perang Dingin
Jum'at, 15 Mei 2026 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Israel kemungkinan akan menentang perjanjian formal apa pun yang berupaya mengurangi ketegangan antara negara-negara Arab dan Iran. Tidak jelas juga apakah AS akan mendukung langkah tersebut.
Tidak jelas juga bagaimana perjanjian tersebut akan menangani isu-isu sensitif seperti Selat Hormuz. Teheran ingin menggunakan pengaruhnya atas jalur perairan tersebut dan telah memberlakukan sistemnya sendiri untuk menavigasi selat penting tersebut, termasuk pungutan tol.
Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya melobi AS untuk tidak menyerang Iran, sebagian karena mereka percaya perang akan membuat Iran babak belur tetapi semakin berani, dengan Republik Islam masih berkuasa.
Sebuah laporan Badan Intelijen Pusat AS atau CIA menunjukkan bahwa itulah yang terjadi. Dokumen intelijen tersebut mengatakan Iran mempertahankan sebagian besar persenjataan rudal balistik pra-perangnya, dan rezim Teheran tidak menunjukkan tanda-tanda akan runtuh.
Teluk telah terpecah mengenai bagaimana menanggapi perang tersebut. Iran menghujani negara-negara Teluk dengan ribuan drone dan rudal meskipun mereka berupaya mencegah konflik. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump melobi negara-negara Teluk untuk bergabung dalam perang melawan Iran.
Reuters melaporkan pekan ini bahwa Arab Saudi diam-diam melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Maret. UEA juga melancarkan serangan serupa, tetapi respons Abu Dhabi lebih agresif.
Tidak jelas juga bagaimana perjanjian tersebut akan menangani isu-isu sensitif seperti Selat Hormuz. Teheran ingin menggunakan pengaruhnya atas jalur perairan tersebut dan telah memberlakukan sistemnya sendiri untuk menavigasi selat penting tersebut, termasuk pungutan tol.
Teluk Terpecah, Perundingan Damai Buntu
Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya melobi AS untuk tidak menyerang Iran, sebagian karena mereka percaya perang akan membuat Iran babak belur tetapi semakin berani, dengan Republik Islam masih berkuasa.
Sebuah laporan Badan Intelijen Pusat AS atau CIA menunjukkan bahwa itulah yang terjadi. Dokumen intelijen tersebut mengatakan Iran mempertahankan sebagian besar persenjataan rudal balistik pra-perangnya, dan rezim Teheran tidak menunjukkan tanda-tanda akan runtuh.
Teluk telah terpecah mengenai bagaimana menanggapi perang tersebut. Iran menghujani negara-negara Teluk dengan ribuan drone dan rudal meskipun mereka berupaya mencegah konflik. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump melobi negara-negara Teluk untuk bergabung dalam perang melawan Iran.
Reuters melaporkan pekan ini bahwa Arab Saudi diam-diam melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Maret. UEA juga melancarkan serangan serupa, tetapi respons Abu Dhabi lebih agresif.
Lihat Juga :