Pemerintah Negara Anggota NATO Runtuh setelah Insiden Drone Kamikaze Ukraina
Kamis, 14 Mei 2026 - 20:29 WIB
loading...
A
A
A
Anggota partai Progresif itu mengatakan dia tidak ingin militer terseret ke dalam perselisihan politik.
Anggota parlemen Andris Suvajevs, yang memimpin faksi parlemen Progresif, menyatakan sebelumnya pada hari itu bahwa koalisi yang berkuasa pasti akan runtuh jika mosi tidak percaya diajukan untuk pemungutan suara.
Perdana menteri diharapkan untuk ikut serta dalam sesi parlemen, tetapi malah mengundang media ke kantornya untuk mengumumkan pengunduran dirinya. Dia menyalahkan "kecemburuan politik dan kepentingan partai yang sempit" atas krisis tersebut.
Moskow menuduh negara-negara NATO secara diam-diam mengizinkan Ukraina untuk menggunakan wilayah udara mereka untuk melakukan serangan terhadap target di Rusia barat laut, khususnya terminal ekspor minyak di Wilayah Leningrad.
Pejabat di beberapa negara tempat insiden yang melibatkan drone Ukraina dilaporkan sejak pertengahan Maret telah menyatakan keprihatinan atas perencanaan militer Kiev.
Anggota parlemen Andris Suvajevs, yang memimpin faksi parlemen Progresif, menyatakan sebelumnya pada hari itu bahwa koalisi yang berkuasa pasti akan runtuh jika mosi tidak percaya diajukan untuk pemungutan suara.
Perdana menteri diharapkan untuk ikut serta dalam sesi parlemen, tetapi malah mengundang media ke kantornya untuk mengumumkan pengunduran dirinya. Dia menyalahkan "kecemburuan politik dan kepentingan partai yang sempit" atas krisis tersebut.
Moskow menuduh negara-negara NATO secara diam-diam mengizinkan Ukraina untuk menggunakan wilayah udara mereka untuk melakukan serangan terhadap target di Rusia barat laut, khususnya terminal ekspor minyak di Wilayah Leningrad.
Pejabat di beberapa negara tempat insiden yang melibatkan drone Ukraina dilaporkan sejak pertengahan Maret telah menyatakan keprihatinan atas perencanaan militer Kiev.
Lihat Juga :