Pertemuan Trump dan Xi Jinping di China Jadi Sorotan Dunia, Tapi Dinilai Mustahil Hasilkan Terobosan soal Perang Iran

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:42 WIB
loading...
Pertemuan Trump dan...
Presiden AS Donald Trump memulai kunjungannya ke China. Dia dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping, Kamis (14/5/2026). Foto/The New York Times/Kenny Holston
A A A
BEIJING - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Kamis (14/5/2026) memulai bagian tersibuk dari kunjungannya ke China, di mana pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping diperkirakan akan penuh dengan kemegahan dan simbolisme. Namun, pertemuan ini dinilai analis mustahil menghasilkan terobosan besar pada isu-isu kunci seperti perang dagang, hubungan AS dengan Taiwan, atau pun perang di Iran.

Trump tiba di sebuah upacara penyambutan yang meriah pada Rabu malam, dan iring-iringan kendaraannya melewati serangkaian bendera Amerika Serikat dan China, serta gedung pencakar langit yang diterangi dengan aksara China bertuliskan "Selamat Datang di Beijing". Presiden Republikan itu kemudian menuju hotelnya dan tidak mengadakan acara publik.

Baca Juga: Cerita di Balik Menlu AS Marco Rubio Pakai Nama China untuk Masuk Beijing karena Dikenai Sanksi

Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu Trump dalam sebuah upacara pada hari Kamis di Balai Agung Rakyat, pusat kegiatan legislatif pemerintah komunis dan pusat acara budaya dan sosial penting di sisi barat Lapangan Tiananmen.

Mereka akan mengadakan pertemuan bilateral sebelum Trump mengunjungi Kuil Surga—sebuah kompleks keagamaan yang berasal dari abad ke-15 yang melambangkan hubungan antara surga dan bumi. Trump dan Xi juga akan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan.

Pada hari Jumat, Trump dan Xi berencana mengadakan jamuan teh dan makan siang.

Gedung Putih telah menegaskan bahwa Trump tidak akan melakukan perjalanan ini tanpa tujuan untuk mencapai hasil sebelum dia pergi—menunjukkan bahwa mungkin akan ada pengumuman tentang perdagangan, termasuk komitmen China untuk membeli kedelai, daging sapi, dan pesawat terbang AS. Pejabat pemerintahan Trump juga ingin berupaya untuk membentuk Dewan Perdagangan dengan China untuk mengatasi perbedaan komersial antara kedua negara.

Namun, kedua pihak belum memberikan rincian konkret tentang apa yang mungkin dihasilkan dari kunjungan tiga hari tersebut, di saat hubungan ekonomi Beijing yang erat dengan Iran dapat memperumit masalah.

Pertanyaan Ekonomi Mengikuti Trump ke China


Kunjungan presiden ke Beijing ini terjadi ketika Iran terus mendominasi agenda domestiknya dan memicu kekhawatiran tentang prospek melemahnya ekonomi AS seiring dengan semakin memanasnya musim pemilu menjelang pemilu paruh waktu November— ketika Partai Republik akan berupaya mempertahankan kendali atas Kongres.

Perang AS dan Israel di Iran telah menyebabkan penutupan Selat Hormuz secara efektif, yang mengakibatkan terdamparnya kapal tanker minyak dan gas alam serta menyebabkan harga energi melonjak, mengancam pertumbuhan ekonomi global.

Menghabiskan begitu banyak waktu dengan Xi—terutama dengan latar belakang yang megah—akan memberi Trump waktu yang cukup untuk membahas serangkaian topik yang pelik. Itu termasuk Iran dan perdagangan, tetapi juga Taiwan dan kemungkinan kesepakatan senjata nuklir tiga arah yang melibatkan Washington, Beijing, dan Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
AS Serang Abadan dan...
AS Serang Abadan dan Mahshahr di Iran Barat, Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran
Warren Buffett Setop...
Warren Buffett Setop Donasi ke Gates Foundation usai Kasus Epstein Mencuat
Rekomendasi
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved