Indonesia dan Rusia Bahas Kerja Sama Energi Nuklir untuk Tujuan Damai
Selasa, 12 Mei 2026 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Rosatom telah mengevakuasi lebih dari 600 karyawan Rusia dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr ke Rusia setelah dimulainya serangan terhadap Iran, kata Likhachev.
"Tentu saja, kita semua menginginkan perdamaian, kita semua menginginkan konsensus, tetapi untuk saat ini, sinyal yang datang dari pihak Amerika dan Israel terlalu kontradiktif untuk mengharapkan rekonsiliasi di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang. Oleh karena itu, kami dengan tepat menyelesaikan evakuasi; lebih dari 600 orang telah dievakuasi ke Rusia sejak aksi militer dimulai," kata Likhachev kepada wartawan.
Menurutnya, hanya 20 relawan yang tersisa di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, dan 4 lainnya tinggal di Teheran. "Tugas mereka adalah memelihara infrastruktur, dan mereka bertanggung jawab untuk tetap berhubungan dengan klien lokal, yang, kebetulan, juga telah menangguhkan semua kegiatan konstruksi," tambah Likhachev.
Baca juga: Iran Ancam Pengayaan Uranium 90% Jika Terjadi Serangan Baru dari AS dan Israel
"Tentu saja, kita semua menginginkan perdamaian, kita semua menginginkan konsensus, tetapi untuk saat ini, sinyal yang datang dari pihak Amerika dan Israel terlalu kontradiktif untuk mengharapkan rekonsiliasi di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang. Oleh karena itu, kami dengan tepat menyelesaikan evakuasi; lebih dari 600 orang telah dievakuasi ke Rusia sejak aksi militer dimulai," kata Likhachev kepada wartawan.
Menurutnya, hanya 20 relawan yang tersisa di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, dan 4 lainnya tinggal di Teheran. "Tugas mereka adalah memelihara infrastruktur, dan mereka bertanggung jawab untuk tetap berhubungan dengan klien lokal, yang, kebetulan, juga telah menangguhkan semua kegiatan konstruksi," tambah Likhachev.
Baca juga: Iran Ancam Pengayaan Uranium 90% Jika Terjadi Serangan Baru dari AS dan Israel
(sya)
Lihat Juga :