AS Dilanda Frustasi, Mengapa Operasi Perang Jilid II Jadi Pertaruhan Trump?
Rabu, 13 Mei 2026 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
Para pejabat AS meyakini Iran telah berupaya memanfaatkan krisis ini untuk mendapatkan konsesi sambil terus melakukan tindakan yang dianggap Washington sebagai tindakan yang meng destabilisasi, termasuk campur tangan terhadap jalur pelayaran, serangan terhadap negara-negara Teluk, dan dukungan untuk serangan proksi di kawasan tersebut.
Hal itu juga akan mempersulit upaya yang sedang berlangsung untuk memulihkan lalu lintas maritim dan membebaskan ratusan kapal yang terdampar akibat konflik.
Upaya diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran tampaknya kembali terhenti selama akhir pekan, bahkan ketika gencatan senjata yang rapuh berlaku di seluruh wilayah yang masih diguncang oleh serangan selama berminggu-minggu, insiden angkatan laut, dan tekanan ekonomi yang meningkat.
Para analis mengatakan Gedung Putih kini menghadapi jendela waktu yang semakin sempit: menunjukkan kemajuan nyata di meja perundingan atau menegaskan kembali tekanan militer untuk mendapatkan kembali pengaruh — pilihan yang membawa risiko signifikan bagi stabilitas regional dan pasar energi global.
Kebuntuan ini terjadi ketika kedua pemerintah berupaya mendefinisikan seperti apa lanskap pasca-gencatan senjata seharusnya. Washington telah memberi sinyal bahwa gencatan senjata yang berkelanjutan akan berdampak negatif.
2. Memulihkan Lalu Lintas Selat Hormuz
Keputusan untuk melanjutkan operasi tempur akan menandai eskalasi tajam setelah berminggu-minggu pengekangan yang tidak nyaman yang dimediasi melalui perantara regional, termasuk Oman dan pemerintah Eropa.Hal itu juga akan mempersulit upaya yang sedang berlangsung untuk memulihkan lalu lintas maritim dan membebaskan ratusan kapal yang terdampar akibat konflik.
Upaya diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran tampaknya kembali terhenti selama akhir pekan, bahkan ketika gencatan senjata yang rapuh berlaku di seluruh wilayah yang masih diguncang oleh serangan selama berminggu-minggu, insiden angkatan laut, dan tekanan ekonomi yang meningkat.
Para analis mengatakan Gedung Putih kini menghadapi jendela waktu yang semakin sempit: menunjukkan kemajuan nyata di meja perundingan atau menegaskan kembali tekanan militer untuk mendapatkan kembali pengaruh — pilihan yang membawa risiko signifikan bagi stabilitas regional dan pasar energi global.
Kebuntuan ini terjadi ketika kedua pemerintah berupaya mendefinisikan seperti apa lanskap pasca-gencatan senjata seharusnya. Washington telah memberi sinyal bahwa gencatan senjata yang berkelanjutan akan berdampak negatif.
Lihat Juga :