Militer Kanada Hadapi Spiral Kematian selama Beberapa Dekade, Tahun Ini Mulai Bangkit

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:16 WIB
loading...
A A A
Tahun lalu, Trump menyebut Kanada sebagai salah satu "pembayar rendah" NATO, mengatakan kepada wartawan pada bulan Juni: "Kanada mengatakan, 'Mengapa kita harus membayar ketika Amerika Serikat akan melindungi kita secara gratis?'"

Kanada masih termasuk di antara anggota NATO dengan pembayaran terendah bahkan setelah mencapai target 2%, menurut laporan dari aliansi pertahanan yang dirilis tahun lalu - di belakang AS, Inggris, dan Prancis.

Birokrasi yang lebih sedikit dan penerimaan warga negara asing yang lebih baik kemampuan Kanada untuk mendatangkan lebih banyak rekrutan merupakan pertanda bahwa keadaan mungkin perlahan membaik.

5. Menaikkan Gaji Prajurit

David McGuinty, Menteri Pertahanan Kanada, mengatakan bahwa ia yakin negara tersebut dapat mencapai target perekrutannya lebih cepat dari yang diproyeksikan.

Tingkat pengurangan personel, atau jumlah anggota militer yang meninggalkan dinas, juga sedikit menurun, setelah sebelumnya digambarkan sebagai penyebab "spiral kematian" oleh mantan Menteri Pertahanan Bill Blair pada tahun 2024.

Anggota militer aktif mengatakan kepada BBC selama operasi kedaulatan dan keamanan Arktik baru-baru ini di wilayah utara Kanada, Nunavut, bahwa pendanaan baru ini disambut baik dan - dalam beberapa kasus - sudah lama tertunda.

"Kita tertinggal beberapa dekade, tetapi setidaknya kita mencoba melakukan sesuatu sekarang," kata Alden Campbell, seorang perwira pertama di Angkatan Udara Kerajaan Kanada. Ia mengatakan perubahan struktur gaji baru-baru ini telah meningkatkan moral, begitu pula janji peningkatan peralatan.

"Semoga saya bisa berada di usia dan waktu dalam karier saya di mana saya dapat menjadi penerima manfaat dari pembaruan ini," katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Aturan Baru FIFA Makan...
Aturan Baru FIFA Makan Korban Pertama: Almiron Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut
Brasil Rajai Daftar...
Brasil Rajai Daftar Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
Pulau Kucing Diprediksi...
Pulau Kucing Diprediksi Punah dalam Beberapa Tahun Mendatang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved