Pesawat Frontier Bawa 231 Orang Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas, Potongan Tubuh Korban Berserakan

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:50 WIB
loading...
Pesawat Frontier Bawa...
Pesawat Frontier Airlines yang membawa 231 orang menabrak pejalan kaki di landasan pacu Bandara Internasional Denver, AS. Korban tewas dan potongan tubuhnya berserakan. Foto/CBS News
A A A
WASHINGTON - Sebuah pesawat Frontier yang membawa 231 orang—224 penumpang dan tujuh awak—telah menabrak seorang pejalan kaki hingga tewas karena menghalangi jalur pesawat saat lepas landas. Insiden ini meninggalkan potongan tubuh korban berserakan di landasan pacu Bandara Internasional Denver di Amerika Serikat (AS).

Korban, yang identitasnya belum diungkap pihak berwenang, telah melompati pagar pembatas dan tertabrak pesawat yang sedang lepas landas.

Baca Juga: Pesawat Hercules Bawa 125 Orang Jatuh dan Meledak, Korban Tewas Jadi 66 Orang

“Menara, Frontier 4345, kami berhenti di landasan pacu. Eh, kami baru saja menabrak seseorang, ada kebakaran mesin,” kata seorang pilot Frontier kepada petugas pengontrol lalu lintas udara, menurut rekaman audio dari ATC.com.

“Ada seorang individu yang berjalan melintasi landasan pacu," ujarnya.

“Saya memang menemukan potongan tubuh di landasan pacu. Saya yakin pesawat itu menabrak seseorang,” lanjutnya. “Tampaknya ada sisa-sisa tubuh manusia di landasan pacu.”

Mengutip laporan dari CBS News, Minggu (10/5/2026), insiden itu terjadi pada Jumat malam waktu setempat ketika pesawat Airbus A321 yang dioperasikan Frontier tersebut sedang lepas landas dari Denver menuju Los Angeles.

Menurut pernyataan Frontier Airlines dan pihak bandara, korban yang tak dikenal tersebut tiba-tiba menyeberang landasan pacu sekitar pukul 23.19.

Pihak bandara membenarkan bahwa orang tersebut telah tewas.

Menurut Frontier Airlines, asap dilaporkan terlihat di kabin setelah insiden. Pilot pun membatalkan lepas landas dan menghentikan pesawat. Penumpang dievakuasi menggunakan seluncuran, kemudian diangkut kembali ke terminal bandara dengan bus.

Tidak ada cedera serius yang dilaporkan di antara 224 penumpang dan tujuh awak pesawat, kata Frontier. Pihak bandara mengatakan 12 orang melaporkan cedera ringan, dan lima di antaranya dibawa ke rumah sakit setempat. Pihak bandara mengatakan sebagian besar penumpang telah meninggalkan Denver dengan penerbangan Frontier yang baru.

John Anthens bersama putranya, Jacob, berada di pesawat tersebut, dan berbicara dengan CBS News setelah kejadian itu. Dia mengatakan bahwa dirinya duduk di dekat jendela di atas sayap dan melihat percikan api, diikuti oleh apa yang dia sebut sebagai ledakan besar di area sayap dan mesin.

Dia mengatakan bahwa setelah ledakan, para penumpang berteriak, dan asap tebal memenuhi kabin. Setelah turun dari pesawat, Anthens memperkirakan bahwa dia dan penumpang lainnya menunggu di landasan pacu dalam cuaca dingin selama sekitar satu jam sebelum bus tiba untuk mengangkut mereka kembali ke terminal.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengeluarkan pernyataan pada Sabtu sore, yang menyatakan, "NTSB berkoordinasi dengan FAA, operasional bandara Denver, dan penegak hukum setempat untuk mengumpulkan informasi tentang kejadian tersebut, tetapi kami belum memiliki detail untuk dibagikan saat ini."

Penyebab insiden tersebut masih belum ditentukan, termasuk kebakaran mesin. Landasan pacu 17L, tempat tabrakan dengan pejalan kaki terjadi, dibuka kembali tepat sebelum pukul 11.00 pagi waktu setempat, menurut Bandara Internasional Denver.

Pihak bandara mengatakan pagar di sekitar fasilitas tersebut masih utuh, dan orang tersebut diyakini bukan karyawan bandara. Menteri Transportasi Sean Duffy menyebut orang tersebut sebagai "penyusup", dan mengatakan bahwa penegak hukum setempat juga sedang menyelidiki insiden tersebut. "Tidak seorang pun boleh menyusup ke bandara," tulis Duffy di X.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
21 Orang Tewas Akibat...
21 Orang Tewas Akibat Serangan Rudal Balistik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved