Jenderal IRGC: Rudal Iran Sudah Mengunci Target AS, Hanya Tunggu Perintah Tembak!

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:17 WIB
loading...
Jenderal IRGC: Rudal...
IRGC menyatakan rudal-rudal Iran sudah mengunci target-target Amerika Serikat di seluruh Teluk, dan saat ini hanya menunggu perintah tembak. Foto/IRNA
A A A
TEHERAN - Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal Majid Mousavi menyatakan bahwa rudal dan drone canggih Iran sudah sepenuhnya mengunci target Amerika Serikat (AS) dan kapal-kapal musuh di seluruh wilayah Teluk. Menurutnya, pasukannya siap siaga menunggu perintah akhir untuk menyerang.

“Rudal dan drone telah mengunci musuh dan kami menunggu perintah tembak,” kata Mousavi dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial pada Sabtu malam, yang dikutip Xinhua, Minggu (10/5/2026).

Baca Juga: Iran: 3 Kapal Perang AS Kabur dari Selat Hormuz usai Diserang Rudal dan Drone besar-besaran

Pernyataan komandan senior IRGC ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan Iran dan AS di Teluk dan mengirimkan pesan yang sangat jelas bahwa Republik Islam Iran tidak akan mentoleransi agresi Amerika lebih lanjut.

Menurut Mousavi, peringatan tegasnya ini menyusul respons tegas IRGC baru-baru ini terhadap tindakan permusuhan Amerika. Setelah pasukan AS melancarkan serangan terhadap kapal dan tanker Iran di dekat Jask, Angkatan Laut IRGC dengan cepat melancarkan operasi balasan menggunakan rudal balistik anti-kapal, rudal jelajah, dan drone berdaya ledak tinggi.

Serangan Iran menimbulkan kerusakan berat pada aset musuh dan memaksa kapal-kapal AS untuk meninggalkan daerah tersebut dalam keadaan kacau. Namun, Komando Pusat AS atau CENTCOM menyangkal klaim tersebut.

Para pejabat Iran telah mengutuk manuver AS yang sembrono ini sebagai ancaman berbahaya bagi keamanan maritim regional dan navigasi internasional.

Angkatan Laut IRGC telah menekankan bahwa satu-satunya koridor aman dan resmi untuk transit melalui Selat Hormuz yang strategis adalah koridor yang ditetapkan oleh Republik Islam Iran. Setiap penyimpangan atau gerakan permusuhan oleh pasukan asing akan ditanggapi dengan konfrontasi yang tegas, segera, dan menentukan.

Sebelumnya, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei; Mohammad Mokhber, mengatakan mengendalikan Selat Hormuz akan sama halnya seperti memiliki bom atom. Menurutnya, Teheran bersumpah untuk tidak melepaskan kendali jalur perairan vital tersebut.

“Selat Hormuz adalah kemampuan yang setara dengan bom atom,” kata Mokhber. Dia menyesalkan bahwa Iran telah lama mengabaikan posisi istimewanya di sepanjang selat tersebut—jalur vital untuk pengiriman minyak dan gas global yang ditutup Teheran sejak awal perang melawan Amerika Serikat dan Israel, menyebabkan kekacauan di pasar energi dan membuat ratusan kapal terdampar.

"Selat Hormuz mewakili peluang yang sama berharganya dengan bom atom," ujarnya, dalam sebuah video yang diterbitkan oleh kantor berita Mehr. "Memang, memiliki posisi yang memungkinkan Anda untuk memengaruhi ekonomi global dengan satu keputusan adalah peluang besar," imbuh dia.

Mokhber melanjutkan, Iran akan mengubah rezim hukum selat ini melalui hukum internasional jika memungkinkan, dan secara sepihak jika tidak memungkinkan.

Mokhber tidak secara spesifik menyebutkan pengenaan biaya kepada kapal-kapal yang menggunakan jalur perairan tersebut, tetapi jurnal pelayaran Lloyd's List melaporkan pada hari Jumat bahwa Iran telah menciptakan otoritas untuk menyetujui transit melalui selat tersebut dan untuk memungut biaya.

Para pejabat Iran sebelumnya telah menyebutkan kemungkinan penerapan sistem tersebut, dan seorang anggota parlemen senior mengatakan pada bulan April bahwa Teheran telah menerima pendapatan tol pertamanya dari selat tersebut.

AS telah menolak ambisi Iran atas selat tersebut, menyebutnya sebagai ambisi yang tidak dapat diterima. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada hari Jumat bahwa Washington tidak akan pernah mengizinkan Teheran untuk menormalkan cengkeramannya di Selat Hormuz.

AS bersikeras bahwa blokade Angkatan Laut-nya sendiri dimaksudkan untuk memulihkan kebebasan navigasi dan menekan Teheran untuk mencapai kesepakatan, sementara Iran menuduh Washington melanggar gencatan senjata April dengan menargetkan kapal-kapal pengiriman.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Usai Serangan Udara...
Usai Serangan Udara AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tinggalkan Irak Kembali ke Teheran
Pecah! Momen PM Malaysia...
Pecah! Momen PM Malaysia Anwar Ibrahim Nyanyi, PM Thailand Charnvirakul Main Saksofon
Rekomendasi
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Berita Terkini
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved