Korupsi, 2 Eks Menhan China Dijatuhi Hukuman Mati

Jum'at, 08 Mei 2026 - 13:07 WIB
loading...
Korupsi, 2 Eks Menhan...
Dua mantan menteri pertahanan China, Wei Fenghe dan Li Shangfu, dijatuhi hukuman mati yang ditangguhkan karena korupsi. Foto/Wikimedia Commons
A A A
BEIJING - Dalam langkah mengejutkan di tengah pembersihan militer yang terus berlanjut, pengadilan militer China pada hari Kamis menjatuhkan hukuman mati yang ditangguhkan kepada dua mantan menteri pertahanan (menhan) karena korupsi.

Wei Fenghe dan Li Shangfu sama-sama dinyatakan bersalah atas penyuapan dan dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun oleh pengadilan militer, menurut laporan media pemerintah, yang dikutip CNN, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: China: Presiden Taiwan Lai Ching-te seperti Tikus

Pengadilan militer mengumumkan bahwa hukuman kedua mantan jenderal tersebut akan diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat setelah dua tahun.

Wei (72), menjabat sebagai menteri pertahanan dari tahun 2018 hingga 2023. Li (68) menggantikan Wei dan memegang jabatan tersebut kurang dari delapan bulan pada tahun 2023. Kedua bekas menteri tersebut ditempatkan di bawah penyelidikan oleh badan anti-korupsi militer pada tahun 2023.

Presiden China Xi Jinping telah melakukan pembersihan angkatan bersenjata hingga ke tingkat tertinggi, yang terbaru menargetkan jenderal berpangkat tertinggi dengan pemecatan Zhang Youxia pada bulan Januari. Zhang berpangkat lebih tinggi dari Wei dan Li dan pernah mengawasi operasi harian militer.

Perombakan yang dilakukan Xi telah berdampak luas pada sebagian besar Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China yang berkekuatan 2 juta personel—dengan lebih dari 100 perwira berpotensi dipecat sejak tahun 2022.

Sebanyak 36 jenderal dan letnan jenderal telah secara resmi diberhentikan sejak tahun 2022, sementara 65 perwira lainnya terdaftar sebagai hilang atau berpotensi diberhentikan, menurut laporan yang diterbitkan pada bulan Februari oleh Center for Strategic and International Studies yang berbasis di Washington.

Jika memperhitungkan posisi yang telah diberhentikan lebih dari sekali, 52% dari posisi kepemimpinan tertinggi PLA telah terpengaruh, demikian temuan laporan tersebut.

Pembersihan besar-besaran ini merupakan bagian dari upaya Xi yang telah lama dilakukan untuk membersihkan PLA seiring dia terus memperketat cengkeramannya pada kekuasaan dan mendorong modernisasi militer besar-besaran.

Namun, cakupan "pembersihan yang belum pernah terjadi sebelumnya" ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan militer untuk melakukan operasi kompleks, tulis para penulis laporan tersebut.

Menyusul jatuhnya Zhang dan letnannya pada bulan Januari, sebuah editorial yang diterbitkan oleh surat kabar PLA Daily menuduh kedua mantan pemimpin militer tersebut merusak otoritas tertinggi Xi sekaligus memperkuat pesan Xi tentang nol toleransi terhadap korupsi.

"Investigasi mereka akan menghilangkan pengaruh buruk di dalam PLA dan membantu angkatan bersenjata rakyat menjalani pembaruan menyeluruh, menyuntikkan momentum yang kuat ke dalam upaya membangun militer yang kuat," bunyi editorial media militer China tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Siapa Adnan Al Jumaili?...
Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
Prabowo: Banyak yang...
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Gelombang Panas Dahsyat!...
Gelombang Panas Dahsyat! WHO Peringatkan Eropa Hadapi Minggu-Minggu Mematikan
Rekomendasi
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
Bittime Sambut Roadmap...
Bittime Sambut Roadmap IAKD OJK, Langkah Strategis Perkuat Industri Aset Digital
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Hakim Jadwalkan Putusan Praperadilan ke-2 Roy Suryo pada 20 Juli 2026
Berita Terkini
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Panglima IRGC Sumpah...
Panglima IRGC Sumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Senin 2 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved