Iran Serang 3 Kapal Perang AS, Trump: Negara Itu Dipimpin Orang-orang Gila!

Jum'at, 08 Mei 2026 - 07:53 WIB
loading...
Iran Serang 3 Kapal...
Pelaut AS memberi isyarat saat pesawat EA-18G Growler lepas landas dari dek penerbangan kapal USS George H.W. Bush dalam operasi blokade terhadap Iran. Foto/US CENTCOM
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa tiga kapal perang Angkatan Laut Amerika telah diserang Iran saat melintasi Selat Hormuz, tetapi tidak mengalami kerusakan. Pemimpin Amerika itu menyebut Iran bukan negara normal, tapi negara yang dipimpin orang-orang gila.

"Tiga kapal perusak Amerika kelas dunia baru saja melintasi Selat Hormuz dengan sangat sukses, di bawah tembakan. Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal perusak tersebut, tetapi kerusakan besar terjadi pada penyerang Iran. Mereka hancur total bersama dengan banyak kapal kecil, yang digunakan untuk menggantikan Angkatan Laut mereka yang telah sepenuhnya hancur," tulis Trump di Truth Social, Jumat (8/5/2026)

Baca Juga: Iran Serang 3 Kapal Perang AS, Amerika Balas Bombardir Qeshm dan Bandar Abbas

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di dalam dan sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran global utama di mana Amerika Serikat dan Iran baru-baru ini saling serang.

Dalam unggahannya di media sosial, Trump mengatakan bahwa rudal-rudal yang ditembakkan Iran ke kapal-kapal perang AS dicegat dan drone penyerang juga dihancurkan di udara.

"Seperti kupu-kupu yang jatuh ke kuburnya," tulis Trump. "Rudal ditembakkan ke kapal perusak kami, dan dengan mudah dijatuhkan," imbuh dia.

"Demikian pula, drone datang, dan dibakar saat di udara. Mereka jatuh dengan sangat indah ke samudra, sangat mirip dengan kupu-kupu yang jatuh ke kuburnya!" tulis Trump lebih lanjut.

Mengeluarkan peringatan keras kepada Iran, Trump mengatakan bahwa negara itu akan menghadapi aksi militer Amerika yang lebih intens jika tidak segera menyetujui kesepakatan.

"Kami akan menghancurkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih kejam, di masa depan, jika mereka tidak menandatangani kesepakatan mereka, cepat," papar Trump.

Lebih lanjut, Trump mengatakan Iran bukanlah "negara normal". "Negara normal akan mengizinkan kapal-kapal perusak ini lewat, tetapi Iran bukanlah negara normal. Mereka dipimpin oleh orang-orang gila," tulis Trump.

Dia juga mengulangi klaimnya yang sudah lama bahwa Teheran tidak boleh diizinkan memiliki senjata nuklir.

Menurut Trump, ketiga kapal perang AS yang diserang Iran sekarang akan kembali ke apa yang dia sebut sebagai blokade Angkatan Laut AS di wilayah tersebut.

"Ketiga kapal perusak kami, dengan awaknya yang luar biasa, sekarang akan bergabung kembali dengan blokade Angkatan Laut kami, yang benar-benar merupakan 'Tembok Baja'," tulis Trump.

Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah laporan tentang pertukaran militer di dalam dan sekitar Selat Hormuz.

Menurut Komando Pusat AS atau CENTCOM, pasukan Amerika menargetkan fasilitas militer Iran yang bertanggung jawab atas serangan rudal, drone, dan perahu kecil "tanpa provokasi" terhadap kapal-kapal perang AS yang melintasi Selat Hormuz. Serangan AS menargetkan wilayah Qeshm dan Bandar Abbas.

Namun, media pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata karena melakukan serangan terhadap wilayah Iran dan daerah pesisir sipil di Qeshm, Bandar Khamir, dan Sirik, serta memperingatkan akan adanya "respons yang menghancurkan" terhadap agresi lebih lanjut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Berita Terkini
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved