Respons Iran terhadap Proposal AS akan Dikirim ke Mediator Pakistan Hari Ini

Kamis, 07 Mei 2026 - 17:30 WIB
loading...
Respons Iran terhadap...
Warga melintasi baleho di pusat kota Teheran, Iran. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Iran masih meninjau proposal Amerika Serikat (AS) dan belum ada tenggat waktu resmi. Namun, ada harapan bahwa tanggapan akan diberikan kepada mediator Pakistan hari ini.

Seorang anggota parlemen Iran dan mantan menteri luar negeri mengatakan hari ini bahwa tanggapan akan dikirimkan kepada Amerika.

Iran mengatakan, pada tahap ini, mereka tidak sedang menegosiasikan program nuklir mereka; ini hanya tentang mengakhiri perang di semua lini.

Mereka menginginkan jaminan langsung dari Dewan Keamanan PBB, kemudian mereka menginginkan pencabutan sanksi, dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Jika itu tercapai, pada fase kedua, mereka siap untuk membahas program nuklir mereka.

Di Selat Hormuz, Iran telah membentuk badan baru yang disebut "Otoritas Selat Teluk Persia". Mereka mengatakan rezim maritim di selat tersebut telah berubah, dan setiap kapal yang melewatinya perlu berkomunikasi dengan otoritas Iran.

Amerika Serikat memberikan sinyal bahwa mereka lebih serius dalam mengejar kesepakatan damai dengan Iran, tetapi masih ada pertanyaan tentang apa yang bersedia mereka kompromikan dalam upaya tersebut, kata seorang analis.

“Kita tidak tahu persis apa isi proposal 14 poin yang dikirim AS ke Iran, yang saat ini sedang ditinjau,” kata Mohamad Elmasry, profesor di Institut Studi Pascasarjana Doha.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved