AS Plinplan soal Perang Iran Berakhir: Sudah tapi Belum...

Kamis, 07 Mei 2026 - 09:54 WIB
loading...
A A A
Proyek Kebebasan tampaknya menandakan tantangan langsung terhadap penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang dilalui oleh 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia pada masa damai.

Ancaman Iran untuk menyerang kapal-kapal di selat tersebut pada dasarnya telah memblokade selat tersebut sejak perang AS-Israel dimulai. Kemudian pada tanggal 13 April, AS memberlakukan blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, menambah kebuntuan di sekitar selat tersebut.

Setelah Trump mengumumkan Proyek Kebebasan, Iran mengatakan bahwa kapal-kapal yang mencoba menggunakan selat tersebut tanpa izin dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) akan ditembak, memicu kekhawatiran akan kembalinya perang. Pengumuman presiden AS tersebut memicu perang kata-kata antara AS dan Iran dengan klaim dan bantahan tentang serangan yang terus berlanjut sepanjang hari Senin.

Fars News Agency yang berbasis di Iran mengeklaim bahwa Iran telah menyerang kapal perang AS dengan drone setelah kapal tersebut mengabaikan perintah untuk berbalik dari Selat Hormuz.

Namun, Komando Pusat militer AS atau CENTCOM membantah telah menyerang kapal AS, dan malah mengeklaim telah menenggelamkan setidaknya enam kapal IRGC. Iran membantah hal itu.

Teheran kemudian menerbitkan peta baru yang memperluas klaim wilayah kendalinya atas selat tersebut ke perairan teritorial Uni Emirat Arab (UEA), meningkatkan kekhawatiran akan konfrontasi regional baru.

UEA menuduh Iran melancarkan serangan ke pelabuhan Fujairah, lokasi jalur pipa minyak penting, dan menyebabkan kebakaran di kilang minyak.

Menurut Trump pada hari Selasa, operasi AS dihentikan untuk memungkinkan negosiasi dengan Iran.

“Kami telah sepakat bersama bahwa, sementara blokade [AS] akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Kebebasan (pergerakan kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah perjanjian tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani,” tulisnya di platform Truth Social.

Iran belum segera menanggapi hal ini.

Shahram Akbarzadeh, seorang profesor politik Timur Tengah dan Asia Tengah di Universitas Deakin Australia, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa meskipun sulit untuk menentukan secara pasti mengapa Trump menghentikan sementara Proyek Kebebasan, penghentian tersebut terjadi di tengah meningkatnya opini publik antiperang di AS.

“Pada saat yang sama, Trump mungkin kehilangan kesabaran dengan perang; dia mengatakan dia punya waktu untuk memperpanjangnya,” kata Akbarzadeh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Usia Peserta Miss Indonesia...
Usia Peserta Miss Indonesia Kini 19-25 Tahun, RCTI Cari Kandidat yang Lebih Matang untuk Miss World
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Berita Terkini
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved