Trump Akhiri Perang, Presiden Iran: Tak Ada yang Bisa Paksa Kami Menyerah

Rabu, 06 Mei 2026 - 08:43 WIB
loading...
A A A
Menanggapi surat tersebut, Krishnamoorthi mengatakan bahwa “kesepakatan gencatan senjata yang mendasarinya tetap diperdebatkan dan tidak stabil”.

Ia meminta pengarahan rahasia dari Gabbard, meminta Kongres untuk menerima “penilaian intelijen komprehensif” tentang perang tersebut.

“Rakyat Amerika dan Kongres membutuhkan kejelasan tentang apakah kebijakan saat ini menghasilkan keadaan akhir yang stabil atau apakah pengambilan keputusan Presiden Trump yang tidak menentu di kawasan itu akan menyebabkan lebih banyak ketidakstabilan dan ketidakpastian bagi rakyat Amerika di dalam negeri,” katanya.

Minggu lalu, menandai 60 hari sejak Trump melancarkan serangan AS terhadap Iran. Berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Perang tahun 1973, presiden secara hukum diwajibkan untuk menghentikan operasi atau menerima persetujuan Kongres untuk melanjutkan setelah batas waktu 60 hari untuk operasi militer.

Trump tetap berpendapat bahwa perang dengan Iran telah berakhir karena gencatan senjata, meskipun pasukan AS masih berada di wilayah tersebut dan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved