AS Arahkan Kapal Melintasi Selat Hormuz Lewat Perairan Oman

Selasa, 05 Mei 2026 - 18:00 WIB
loading...
AS Arahkan Kapal Melintasi...
Kapal-kapal terlihat di perairan. Foto/anadolu
A A A
DOHA - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengarahkan kapal-kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz untuk melalui perairan teritorial Oman di selatan Skema Pemisahan Lalu Lintas. AS memperingatkan jalur pelayaran utama tetap sangat berbahaya karena ranjau laut yang belum sepenuhnya disurvei atau dibersihkan.

Peringatan dari Komando Angkatan Laut Pusat AS mendesak kapal-kapal menghubungi otoritas Oman melalui saluran VHF 16, mengingat volume lalu lintas yang diperkirakan, dan mendorong operator meninjau dengan cermat penilaian risiko sebelum mencoba melintasi selat tersebut.

Arahan tersebut dikeluarkan ketika kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS melintasi selat tersebut untuk mendukung "Proyek Kebebasan," inisiatif Washington untuk mengawal kapal-kapal netral keluar dari jalur air tersebut, kata Komando Pusat AS.

Media pemerintah Iran mengklaim Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyerang kapal perang AS dengan dua rudal selama operasi tersebut.

Militer AS menolak klaim tersebut mentah-mentah, dengan mengatakan tidak ada kapal angkatan laut yang terkena serangan dan pasukan terus mendukung "Proyek Kebebasan" dan menegakkan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan Iran terhadap Israel dan sekutu AS di Teluk, serta penutupan efektif Selat Hormuz. AS secara resmi mengumumkan blokade angkatan laut pada 13 April.

Gencatan senjata selama dua pekan diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti pembicaraan langsung di Islamabad pada 11 April, tetapi tidak ada kesepakatan yang dicapai mengenai gencatan senjata yang langgeng.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan tenggat waktu baru, setelah permintaan dari Pakistan.

Baca juga: Intelijen AS: Iran Butuh 9 Bulan untuk Membuat Bom Nuklir
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
PBB: Israel Sengaja...
PBB: Israel Sengaja Bunuh Anak-Anak Gaza
Rekomendasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
Berita Terkini
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved