UEA Tuding Iran Serang Kapal Tanker ADNOC dengan Drone di Selat Hormuz
Selasa, 05 Mei 2026 - 16:08 WIB
loading...
Logo Adnoc di depan gedung. Foto/anadolu
A
A
A
DUBAI - Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan Iran menargetkan salah satu kapal tanker minyaknya dengan drone saat melintasi Selat Hormuz. UEA mengutuk insiden tersebut sebagai "serangan teroris".
Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan kapal tersebut, yang dioperasikan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), dihantam dua drone saat melewati selat tersebut.
ADNOC mengkonfirmasi kapal tanker minyak mentahnya, Barakah, terlibat dalam insiden di lepas pantai Oman, dan menambahkan tidak ada korban luka di antara awak kapal.
Perusahaan tersebut mengatakan kapal tanker itu tidak membawa muatan apa pun pada saat serangan terjadi.
Sementara itu, seorang pejabat militer senior Iran mengatakan pada hari Senin bahwa Teheran tidak memiliki rencana menargetkan Uni Emirat Arab, lapor media pemerintah Iran IRIB, seperti yang dilaporkan Anadolu.
Kebakaran besar terjadi di Zona Industri Minyak Fujairah pada hari Senin setelah apa yang dikatakan otoritas UEA sebagai serangan drone yang diluncurkan dari Iran. Tim pertahanan sipil dikerahkan untuk memadamkan api, dengan laporan tiga orang mengalami luka sedang.
Insiden ini terjadi setelah laporan dari Kementerian Pertahanan UEA bahwa empat rudal jelajah diluncurkan ke arah negara tersebut, sebagian besar berhasil dicegat.
Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu tindakan balasan oleh Teheran dan gangguan di Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti pembicaraan di Islamabad yang gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.
Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.
Baca juga: Intelijen AS: Iran Butuh 9 Bulan untuk Membuat Bom Nuklir
Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan kapal tersebut, yang dioperasikan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), dihantam dua drone saat melewati selat tersebut.
ADNOC mengkonfirmasi kapal tanker minyak mentahnya, Barakah, terlibat dalam insiden di lepas pantai Oman, dan menambahkan tidak ada korban luka di antara awak kapal.
Perusahaan tersebut mengatakan kapal tanker itu tidak membawa muatan apa pun pada saat serangan terjadi.
Sementara itu, seorang pejabat militer senior Iran mengatakan pada hari Senin bahwa Teheran tidak memiliki rencana menargetkan Uni Emirat Arab, lapor media pemerintah Iran IRIB, seperti yang dilaporkan Anadolu.
Kebakaran besar terjadi di Zona Industri Minyak Fujairah pada hari Senin setelah apa yang dikatakan otoritas UEA sebagai serangan drone yang diluncurkan dari Iran. Tim pertahanan sipil dikerahkan untuk memadamkan api, dengan laporan tiga orang mengalami luka sedang.
Insiden ini terjadi setelah laporan dari Kementerian Pertahanan UEA bahwa empat rudal jelajah diluncurkan ke arah negara tersebut, sebagian besar berhasil dicegat.
Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu tindakan balasan oleh Teheran dan gangguan di Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti pembicaraan di Islamabad yang gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.
Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.
Baca juga: Intelijen AS: Iran Butuh 9 Bulan untuk Membuat Bom Nuklir
(sya)
Lihat Juga :