Tak Hanya Tarik 5.000 Tentara, AS Juga Tak Akan Tempatkan Rudal Tomahawk di Jerman

Senin, 04 Mei 2026 - 10:51 WIB
loading...
Tak Hanya Tarik 5.000...
Setelah menarik 5.000 tentara dari Jerman, Amerika Serikat sekarang tak akan menempatkan rudal jelajah Tomahawk di negara NATO Eropa tersebut. Foto/USMC
A A A
BERLIN - Amerika Serikat (AS) tidak akan menempatkan rudal jelajah Tomahawk di Jerman. Sebelumnya, Amerika telah memutuskan untuk menarik 5.000 tentaranya dari negara NATO Eropa tersebut.

Kanselir Friedrich Merz mengonfirmasi bahwa Amerika memang tidak akan menempat rudal jelajah Tomahawk di Jerman untuk saat ini. Namun, dia menepis hal tersebut terkait perseteruannya dengan Presiden Amerika Donald Trump.

Baca Juga: Jerman Sebut Penarikan 5.000 Tentara AS Dapat Diprediksi, NATO Minta Klarifikasi Amerika

“Amerika tidak memiliki [stok rudal Tomahawk yang] cukup untuk diri mereka sendiri saat ini. Secara objektif, hampir tidak ada kemungkinan AS memasok sistem senjata jenis ini,” kata Merz kepada penyiar publik ARD dalam sebuah wawancara.

Rudal jelajah Tomahawk, yang dijanjikan oleh Presiden AS saat itu Joe Biden pada tahun 2024, yang memiliki jangkauan yang mampu mencapai wilayah Rusia, dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan pencegahan Jerman sampai Eropa mengembangkan rudal jenis ini sendiri.

Menanggapi aspek pembagian nuklir AS, Merz mengatakan: “Sama sekali tidak ada kompromi. Tidak ada pembatasan pada komitmen AS terhadap pencegahan nuklir di wilayah NATO. Tidak ada keraguan sama sekali tentang hal itu.”

Merz menggambarkan penarikan lebih dari 5.000 tentara AS dari Jerman, yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat, sebagai “bukan hal baru.”

Dia mencatat bahwa ini adalah kontingen yang ditempatkan oleh pendahulu Trump, Biden, secara sementara, dan bahwa penarikan tentara tersebut telah dibahas cukup lama. “Mungkin agak berlebihan, tetapi bukan hal baru,” kata pemimpin Jerman tersebut.

Dia juga membantah adanya hubungan langsung antara pengumuman Trump dan pernyataan kritisnya sendiri tentang perang AS-Israel melawan Iran, dengan mengatakan “tidak ada hubungan.”

Kanselir Merz mengulangi kritiknya terhadap strategi AS terhadap Iran, dan membela pernyataannya bahwa Iran telah “mempermalukan” AS di meja perundingan. Komentar tersebut memicu serangkaian tanggapan marah dari Trump, termasuk bahwa Merz melakukan pekerjaan yang "buruk" sebagai kanselir dan tidak efektif dalam perang Rusia-Ukraina.

Namun, Merz berpendapat bahwa dia tidak akan menyerah untuk berupaya memperbaiki hubungan transatlantik. "Saya juga tidak akan menyerah untuk bekerja sama dengan Donald Trump," katanya.

Menurutnya, dia harus menerima bahwa presiden AS memiliki pendapat yang berbeda. "Tetapi itu tidak mengubah fakta bahwa saya tetap yakin bahwa Amerika adalah mitra terpenting kami dalam Aliansi Atlantik Utara," paparnya, seperti dikutip Anadolu, Senin (4/5/2026).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Unpad Umumkan Hasil...
Unpad Umumkan Hasil SMUP 2026 Hari Ini, Cek Info Registrasi hingga UKT
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Berita Terkini
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved