Pakar Peringatkan AS Tak Gegabah Serang Iran dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle, Ini 3 Alasannya

Minggu, 03 Mei 2026 - 07:48 WIB
loading...
Pakar Peringatkan AS...
Para pakar memperingatkan AS agar tak gegabah mengerahkan rudal hipersonik Dark Eagle ke Timur Tengah untuk menyerang Iran. Foto/X @ConflictXtweets
A A A
WASHINGTON - Para pakar telah memperingatkan militer Amerika Serikat (AS) agar tidak gegabah menyerang Iran dengan rudal hipersonik Dark Eagle. Menurut mereka, Presiden Donald Trump harus berpikir dengan cermat sebelum mengerahkan senjata canggih tersebut ke Timur Tengah.

Sekadar diketahui, Komando Pusat AS atau CENTCOM sedang berupaya menempatkan rudal hipersonik Dark Eagle di Timur Tengah. Menurut laporan Bloomberg News, penempatan senjata itu diharapkan dapat digunakan untuk menyerang infrastruktur rudal balistik yang terletak jauh di dalam wilayah Iran.

Baca Juga: AS Diduga Akan Serang Iran Lagi, Kali Ini dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle

Jika upaya CENTCOM benar-benar terealisasi, ini akan menandai penempatan pertama rudal hipersonik AS—yang proyeknya sebenarnya masih tertunda dan belum sepenuhnya beroperasi, berbeda dengan sistem rudal rival yang sudah beroperasi di Rusia dan China.

Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa dokumen "Request for Forces" menguraikan bahwa peluncur rudal Iran telah dipindahkan ke luar jangkauan serangan Precision Strike Missile (PSM) atau Rudal Serangan Presisi, yang memiliki jangkauan lebih dari 300 mil.

Menurut para pakar, ada tiga alasan mengapa Trump harus menahan diri dari mengerahkan rudal hipersonik Dark Eagle ke Timur Tengah.

Salah satu alasan utama adalah risiko meningkatnya konflik dengan memprovokasi Iran. “Karena senjata-senjata ini sering dianggap membawa hulu ledak nuklir—meskipun tidak dalam kasus ini—hal itu dapat dianggap, bahkan jika salah, sebagai langkah besar untuk memenuhi ancaman Trump untuk memusnahkan peradaban Iran,” kata James Pattison, profesor politik di Universitas Manchester, kepada The i Paper, yang dilansir Minggu (3/5/2026).

Dr Sidharth Kaushal, peneliti senior di Royal United Services Institute, mengatakan kepada The i Paper bahwa pengerahan senjata semacam itu dapat membawa pesan ganda: peringatan yang ditujukan kepada kepemimpinan Iran, atau sinyal yang lebih tidak langsung kepada China dan Rusia tentang kemampuan AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved