4 Antisipasi Iran Hadapi Eskalasi Konflik dengan AS, Salah Satunya Aturan Baru Pelayaran Selat Hormuz
Minggu, 03 Mei 2026 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak akan ada tempat bagi Amerika Serikat,” katanya kepada Al Jazeera.
Dareini mencatat bahwa Iran sedang bernegosiasi dengan negara-negara tetangga Arabnya untuk merancang ulang kesepakatan minyak-untuk-keamanan yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara AS dan sekutu-sekutu Arabnya yang, menurutnya, "sama sekali mengabaikan" Teheran.
Berbicara dengan syarat anonim untuk membahas diplomasi rahasia, pejabat tersebut mengatakan Teheran percaya bahwa proposal terbarunya untuk menunda pembicaraan nuklir ke tahap selanjutnya merupakan perubahan signifikan yang bertujuan untuk memfasilitasi kesepakatan.
“Dalam kerangka kerja ini, negosiasi mengenai isu nuklir yang lebih rumit telah dipindahkan ke tahap akhir untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif,” kata pejabat itu kepada kantor berita Reuters.
Jadwal baru ini diuraikan dalam proposal formal yang disampaikan kepada Amerika Serikat melalui mediator, kata pejabat itu.
Berdasarkan proposal tersebut, perang akan berakhir dengan jaminan bahwa Israel dan AS tidak akan menyerang lagi. Iran akan membuka selat dan AS akan mencabut blokadenya.
Dareini mencatat bahwa Iran sedang bernegosiasi dengan negara-negara tetangga Arabnya untuk merancang ulang kesepakatan minyak-untuk-keamanan yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara AS dan sekutu-sekutu Arabnya yang, menurutnya, "sama sekali mengabaikan" Teheran.
4. Mengajukan Proposal Baru
Sebuah proposal Iran yang sejauh ini ditolak oleh Presiden Trump akan membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz dan mengakhiri blokade AS terhadap Iran sambil menunda pembicaraan tentang program nuklir Iran, demikian dikonfirmasi oleh seorang pejabat senior Iran.Berbicara dengan syarat anonim untuk membahas diplomasi rahasia, pejabat tersebut mengatakan Teheran percaya bahwa proposal terbarunya untuk menunda pembicaraan nuklir ke tahap selanjutnya merupakan perubahan signifikan yang bertujuan untuk memfasilitasi kesepakatan.
“Dalam kerangka kerja ini, negosiasi mengenai isu nuklir yang lebih rumit telah dipindahkan ke tahap akhir untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif,” kata pejabat itu kepada kantor berita Reuters.
Jadwal baru ini diuraikan dalam proposal formal yang disampaikan kepada Amerika Serikat melalui mediator, kata pejabat itu.
Berdasarkan proposal tersebut, perang akan berakhir dengan jaminan bahwa Israel dan AS tidak akan menyerang lagi. Iran akan membuka selat dan AS akan mencabut blokadenya.
(ahm)
Lihat Juga :