3 Alasan Turki Untung Besar saat AS Berkonflik dengan Negara-negara Eropa
Sabtu, 02 Mei 2026 - 20:35 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, Ankara terlibat dalam upaya mediasi antara Amerika Serikat dan Iran serta menyampaikan pesan antara kedua negara. Turki juga berkonsultasi dengan negara-negara mayoritas Muslim lainnya seperti Mesir, Pakistan, dan Arab Saudi untuk mengurangi dampak regional perang dan kemungkinan bergabung dengan aliansi pertahanan regional.
Selama empat tahun terakhir, Turki juga bertindak sebagai mediator antara Kyiv dan Moskow di tengah Perang Ukraina, menyediakan persenjataan, sistem pertahanan, dan bantuan kemanusiaan kepada Ukraina sambil mempertahankan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Rusia.
Peran negara tersebut sebagai aktor "penyeimbang" bukanlah tanda ambivalensi internal, melainkan kebijakan luar negeri yang diperhitungkan yang memungkinkan Ankara untuk mengejar kepentingan nasionalnya, terlepas dari blok geopolitik atau tujuan ideologis mana pun. Fleksibilitas strategis ini memungkinkan Turki untuk beroperasi dalam tatanan geopolitik yang tidak pasti sambil perlahan-lahan mendapatkan kredibilitas dan modal diplomatik dengan berbagai negara.
Beberapa pejabat Uni Eropa menyerukan keterlibatan yang lebih dalam, menyarankan agar Brussels dan Ankara menciptakan platform terstruktur untuk perlindungan infrastruktur dan resolusi konflik di Kaukasus Selatan dan lebih meningkatkan pertukaran intelijen di Laut Hitam untuk memantau operasi angkatan laut Rusia di wilayah tersebut.
Secara individual, negara-negara Eropa memandang Turki sebagai mitra keamanan yang dapat diandalkan, dengan Inggris Raya akan menjual 20 jet Eurofighter ke negara tersebut pada Oktober 2025. Perdana Menteri Keir Starmer memuji kesepakatan ini sebagai "kemenangan bagi pekerja Inggris, kemenangan bagi industri pertahanan kita, dan kemenangan bagi keamanan NATO."
Baru-baru ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggarisbawahi pentingnya strategis Turki dalam operasi udara, darat, dan laut yang dipimpin NATO, dengan menyatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Kantor Berita Ukraina (UNN), disebutkan bahwa “tanpa Ukraina dan Turki, Eropa tidak dapat menandingi Rusia.”
Selama empat tahun terakhir, Turki juga bertindak sebagai mediator antara Kyiv dan Moskow di tengah Perang Ukraina, menyediakan persenjataan, sistem pertahanan, dan bantuan kemanusiaan kepada Ukraina sambil mempertahankan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Rusia.
Peran negara tersebut sebagai aktor "penyeimbang" bukanlah tanda ambivalensi internal, melainkan kebijakan luar negeri yang diperhitungkan yang memungkinkan Ankara untuk mengejar kepentingan nasionalnya, terlepas dari blok geopolitik atau tujuan ideologis mana pun. Fleksibilitas strategis ini memungkinkan Turki untuk beroperasi dalam tatanan geopolitik yang tidak pasti sambil perlahan-lahan mendapatkan kredibilitas dan modal diplomatik dengan berbagai negara.
2. Pengaruh Strategis Turki di Eropa
Di Brussels, Turki telah memperoleh kredibilitas dengan meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Ukraina, mengamankan legitimasi Ahmed Al-Shara di Suriah, dan menyelaraskan diri dengan prioritas blok tersebut dalam manajemen migrasi dan operasi kontra-terorisme.Beberapa pejabat Uni Eropa menyerukan keterlibatan yang lebih dalam, menyarankan agar Brussels dan Ankara menciptakan platform terstruktur untuk perlindungan infrastruktur dan resolusi konflik di Kaukasus Selatan dan lebih meningkatkan pertukaran intelijen di Laut Hitam untuk memantau operasi angkatan laut Rusia di wilayah tersebut.
Secara individual, negara-negara Eropa memandang Turki sebagai mitra keamanan yang dapat diandalkan, dengan Inggris Raya akan menjual 20 jet Eurofighter ke negara tersebut pada Oktober 2025. Perdana Menteri Keir Starmer memuji kesepakatan ini sebagai "kemenangan bagi pekerja Inggris, kemenangan bagi industri pertahanan kita, dan kemenangan bagi keamanan NATO."
Baru-baru ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggarisbawahi pentingnya strategis Turki dalam operasi udara, darat, dan laut yang dipimpin NATO, dengan menyatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Kantor Berita Ukraina (UNN), disebutkan bahwa “tanpa Ukraina dan Turki, Eropa tidak dapat menandingi Rusia.”
3. Keunggulan Drone Turki
Elemen kunci dari kebangkitan geopolitik Turki adalah investasinya yang besar dalam produksi drone, dengan Baykar (perusahaan pertahanan swasta yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah) mengekspor drone senilai USD1,8 miliar hanya pada tahun 2024.Lihat Juga :