3 Alasan Turki Untung Besar saat AS Berkonflik dengan Negara-negara Eropa

Sabtu, 02 Mei 2026 - 20:35 WIB
loading...
3 Alasan Turki Untung...
Turki mendapatkan untung besar dengan AS berkonflik dengan negara-negara Eropa. Foto/X/@rkmtimes
A A A
ISTANBUL - Untuk mengantisipasi ketidakpastian AS, Eropa tidak punya pilihan lain selain memperkuat kemitraan keamanannya dengan Turki .

Sebagian besar orang akan setuju bahwa pemerintahan Trump telah secara signifikan mengubah arah, taktik, dan tujuan jangka panjang kebijakan luar negeri Amerika selama enam bulan terakhir, terutama mengenai sekutu lama dan organisasi multilateral, dengan NATO dan Uni Eropa yang paling terdampak. Namun, beberapa sekutu lama AS dengan cepat belajar untuk mendapatkan keuntungan dari pemerintahan yang berubah-ubah ini.

Pada 9 April, Menteri Pertahanan Turki Yaşar Güler mengemukakan argumen untuk kerja sama militer yang lebih besar antara Turki dan Uni Eropa beberapa bulan sebelum KTT NATO 2026 yang dijadwalkan di Ankara. Meskipun Turki telah menjadi anggota NATO sejak 1952, pengucilannya dari Uni Eropa telah menciptakan kesenjangan strategis, karena reformasi teknis (seperti Skema Schengen Militer) yang diterapkan di Eropa belum diterapkan di Turki.

Güler mengklaim bahwa arsitektur militer status quo tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keamanan Turki dan Eropa yang muncul dari Perang Ukraina yang sedang berlangsung, dampak ekonomi pasca-Perang Iran, dan ancaman Presiden Donald Trump untuk menarik Amerika Serikat dari NATO. Güler lebih lanjut menegaskan, “Turki bukan lagi negara sayap di pinggiran tenggara NATO. Turki adalah sekutu sentral yang mampu menciptakan keamanan di seluruh teater Eropa.”



Meskipun media internasional terutama berfokus pada ketegangan AS-Eropa terkait Perang Iran, pernyataan Güler tidak boleh diabaikan. Penurunan kekuatan lunak Amerika di Eropa tidak diragukan lagi akan mengubah dinamika geopolitik regional yang menguntungkan Ankara.

3 Alasan Turki Untung Besar saat AS Berkonflik dengan Negara-negara Eropa

1. Pendekatan Diplomasi Turki yang Bersifat Rekonsiliatif, Namun Tetap Terpisah

Melansir The National Interest, salah satu faktor kunci yang mendorong munculnya Turki sebagai pemain penting bagi Uni Eropa dan NATO adalah penerapan kebijakan luar negeri "nol masalah dengan negara tetangga" dan keinginan yang dinyatakan untuk berperan sebagai kekuatan penstabil dengan mitra di Eropa, Afrika Utara, Kaukasus, dan Timur Tengah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Selat Hormuz Ditutup,...
Selat Hormuz Ditutup, AS dan Iran Saling Lancarkan Serangan Rudal
Arab Saudi Terbitkan...
Arab Saudi Terbitkan Paket Visa Elektronik untuk Pelancong Indonesia, Apa Itu?
Rekomendasi
Bacakan Duplik, Polda...
Bacakan Duplik, Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tetap Minta Praperadilan Roy Suryo Ditolak
Pertemuan Kapolri, Panglima...
Pertemuan Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung Tegaskan Aparat Tetap Solid
Menembus Batas Geografis,...
Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri
Berita Terkini
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved