Iran Sebut AS Bohong tentang Biaya Perang, Klaim Capai Rp1.733 Triliun

Sabtu, 02 Mei 2026 - 10:47 WIB
loading...
Iran Sebut AS Bohong...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi pada hari Jumat menuduh Amerika Serikat (AS) salah menggambarkan biaya perang. Dia mengatakan angka resmi secara signifikan meremehkan beban keuangan.

Dalam unggahan di platform media sosial AS X, Araghchi mengatakan Pentagon "berbohong" tentang biaya perang, mencatat biaya tersebut telah mencapai USD100 miliar (Rp1.733 triliun).

“Taruhan Netanyahu telah secara langsung merugikan Amerika USD100 miliar sejauh ini, empat kali lipat dari yang diklaim,” tulisnya, merujuk pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Araghchi mengatakan biaya tidak langsung bagi wajib pajak AS "Jauh lebih tinggi. Tagihan bulanan untuk setiap rumah tangga Amerika adalah USD500 dan terus meningkat dengan cepat."

Ia juga mengkritik kebijakan AS terhadap Israel, menulis, "Israel Pertama selalu berarti Amerika Terakhir."

Pada hari Rabu, pejabat Pentagon Jules Hurst, selama kesaksian di Kongres, mengatakan "Operasi Epic Fury" telah menelan biaya sekitar USD25 miliar sejauh ini.

Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap sekutu AS di Teluk dan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti pembicaraan di Islamabad pada 11-12 April, tetapi kesepakatan tidak dapat dicapai.

Presiden AS Donald Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan jangka waktu baru, atas permintaan Pakistan.

Baca juga: Israel Ancam Perang Iran Segera Berkobar Lagi, AS Isi Ulang Persenjataan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved