3 Opsi Militer Trump untuk Iran: Hujan Bom, Rebut Selat Hormuz, Ambil Uranium!

Jum'at, 01 Mei 2026 - 07:25 WIB
loading...
3 Opsi Militer Trump...
Komando Pusat AS atau CENTCOM dilaporkan memberikan pengarahan kepada Presiden Donald Trump berupa tiga opsi militer terhadap Iran. Foto/US Air Force
A A A
WASHINGTON - Di tengah kebuntuan dalam perundingan dengan Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan berencana untuk melanjutkan pengeboman target Iran meskipun kedua negara telah menyepakati gencatan senjata tanpa batas waktu. Komando Pusat AS atau CENTCOM telah menyiapkan rencana baru untuk aksi militer terhadap Teheran.

Rencana itu diungkap media Amerika, Axios, yang mengutip dua sumber Washington. Menurut laporan tersebut, Trump sedang diberi pengarahan tentang rencana baru tersebut oleh Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper pada hari Kamis.

Baca Juga: AS Diduga Akan Serang Iran Lagi, Kali Ini dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle

Waktu pengarahan tersebut menunjukkan bahwa Trump—sebagai panglima tertinggi Amerika—mungkin serius mempertimbangkan untuk melanjutkan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran, baik untuk mencoba memecah kebuntuan dalam perundingan damai atau untuk memberikan pukulan terakhir sebelum mengakhiri perang.

3 Opsi Militer Trump untuk Iran

1. AS Hujani Iran dengan Bom

Sumber-sumber Amerika mengatakan kepada Axios bahwa salah satu rencana yang sedang dipertimbangkan CENTCOM adalah melancarkan gelombang serangan "singkat dan dahsyat" terhadap Iran, kemungkinan termasuk target infrastruktur, dengan harapan hal itu akan mendorong rezim ayatollah di Teheran ke meja perundingan.

Pasukan AS berharap bahwa dengan hujan bom, Republik Islam kemungkinan akan menunjukkan lebih banyak fleksibilitas dalam masalah nuklir saat menegosiasikan syarat-syarat perdamaian.

Trump sebelumnya telah mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran. Namun, para pakar hukum internasional telah menunjukkan bahwa serangan semacam itu dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Berdasarkan Konvensi Jenewa 1949 tentang perilaku kemanusiaan dalam perang, serangan terhadap lokasi yang dianggap penting bagi warga sipil dilarang.

2. Rebut Selat Hormuz

Opsi kedua yang diduga ditawarkan CENTCOM kepada Trump adalah berfokus pada pengambilalihan sebagian Selat Hormuz untuk membukanya kembali bagi pelayaran komersial. Tetapi operasi semacam itu mungkin melibatkan pasukan darat.

Trump dilaporkan melihat blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz sebagai sumber utama pengaruhnya terhadap Teheran, tetapi sumber-sumber AS mengatakan dia mungkin mempertimbangkan tindakan militer jika Iran masih tidak mau menyerah.

Perang Iran, yang tetap tidak populer di AS, telah mengguncang pasar dan menaikkan harga minyak. Perang tersebut telah menyebabkan berhentinya lalu lintas di selat tersebut, yang merupakan titik rawan bagi sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair global.

3. Pasukan Khusus AS Ambil Uranium Iran

Opsi ketiga yang diduga muncul dalam pengarahan CENTCOM adalah operasi pasukan khusus untuk mengambil persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran, menurut laporan Axios.

Trump telah menyebut program nuklir Iran sebagai ancaman yang nyata dan mengatakan itu adalah salah satu alasan utama di balik dimulainya perang melawan rezim Teheran, yang kini telah berlangsung selama lebih dari 60 hari.

Teheran membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir, tetapi Iran menyatakan memiliki hak untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai, termasuk pengayaan uranium, sebagai pihak dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Menurut laporan Axios, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine, juga diperkirakan ikut menghadiri pertemuan CENTCOM dengan Trump.

Cooper juga memberikan pengarahan serupa kepada Trump dua hari sebelum pasukan AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Iran telah merespons dengan serangan balasan terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang memiliki pangkalan AS, yang menjerumuskan Timur Tengah dan seluruh dunia ke dalam kesulitan ekonomi yang parah.

Laporan Axiois menyebut pengarahan tersebut berkontribusi pada keputusan Trump untuk berperang. Namun, Trump sendiri mengatakan bahwa dia melihat blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran sebagai "agak lebih efektif daripada pengeboman".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Berita Terkini
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved