3 Opsi Militer Trump untuk Iran: Hujan Bom, Rebut Selat Hormuz, Ambil Uranium!
Jum'at, 01 Mei 2026 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
Trump sebelumnya telah mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran. Namun, para pakar hukum internasional telah menunjukkan bahwa serangan semacam itu dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Berdasarkan Konvensi Jenewa 1949 tentang perilaku kemanusiaan dalam perang, serangan terhadap lokasi yang dianggap penting bagi warga sipil dilarang.
Trump dilaporkan melihat blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz sebagai sumber utama pengaruhnya terhadap Teheran, tetapi sumber-sumber AS mengatakan dia mungkin mempertimbangkan tindakan militer jika Iran masih tidak mau menyerah.
Perang Iran, yang tetap tidak populer di AS, telah mengguncang pasar dan menaikkan harga minyak. Perang tersebut telah menyebabkan berhentinya lalu lintas di selat tersebut, yang merupakan titik rawan bagi sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair global.
Berdasarkan Konvensi Jenewa 1949 tentang perilaku kemanusiaan dalam perang, serangan terhadap lokasi yang dianggap penting bagi warga sipil dilarang.
2. Rebut Selat Hormuz
Opsi kedua yang diduga ditawarkan CENTCOM kepada Trump adalah berfokus pada pengambilalihan sebagian Selat Hormuz untuk membukanya kembali bagi pelayaran komersial. Tetapi operasi semacam itu mungkin melibatkan pasukan darat.Trump dilaporkan melihat blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz sebagai sumber utama pengaruhnya terhadap Teheran, tetapi sumber-sumber AS mengatakan dia mungkin mempertimbangkan tindakan militer jika Iran masih tidak mau menyerah.
Perang Iran, yang tetap tidak populer di AS, telah mengguncang pasar dan menaikkan harga minyak. Perang tersebut telah menyebabkan berhentinya lalu lintas di selat tersebut, yang merupakan titik rawan bagi sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair global.
3. Pasukan Khusus AS Ambil Uranium Iran
Opsi ketiga yang diduga muncul dalam pengarahan CENTCOM adalah operasi pasukan khusus untuk mengambil persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran, menurut laporan Axios.Lihat Juga :